Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Histori Ken Arok dan Keris Mpu Gandring Yang Membawa Kutukan Tujuh Turunan

Ken Arok dan Keris Mpu Gandring 

Prasasti Ken Arok
sumber: www.dictio.id

Cerita tentang munculnya Ken Arok dan kisah percintaannya dengan ken Dedes sangat menarik untuk didengar, kisah tentang Ken Arok juga dijelaskan dalam tulisan babad tanah djawi Bab 4, Pararaton (manuskrip jawa kuno) dan buku Negarakretagama. 

Meskipun peristiwa ini terjadi dimasa lampau, namun masih memberikan pelajaran yang menarik bagi kita sampai hari ini. 

Latar belakang

patung Ken Arok
sumber:ttps://id.wikipedia.org

Munculnya Ken Arok di Bumi Jawa dan keperkasaanya dalam mendirikan sebuah kerajaan. Akhirnya melalui perkawinannya dengan Ken Dedes melahirkan banyak sekali raja-raja dan pahlawan yang gagah perkasa di bumi jawa.

Sejarah raja-raja hebat ditanah jawa memang sangat besar perannya dalam perkembangan sejarah bangsa. Ken Arok adalah seorang rakyat biasa yang memiliki cita-cita menjadi seorang raja disuatu saat nanti. 

Menurut sejarahnya, Ken Arok adalah keturunan darah biru atau bangsawan yang lahir dari rakyat biasa.  Namun ada juga cerita yang menjelaskan jika Ken Arok memang terlahir dan besar hanya sebagai rakyat biasa. 

Nama ibunya dikenal sebagai Ken Endog,  apakah nama tersebut nama asli atau hanya sebagai nama "familiar" pada zaman itu, sampai hari ini tidak ada yang tahu tentang kebenarannya. Nama ayahnya juga tidak diketahui dengan pasti. 

Biografi ken Arok

silsilah dan catatan tentang keluarganya juga tidak diketahui secara pasti, hal ini memang menjadi penegasan jika Ken Arok memang lahir dan dibesarkan sebagai rakyat jelata, sehingga keluarganya tidak terkenal.

Berdasarkan pendapat dan penjelasan dari Buchari, ia menyatakan bahwa, "istilah Ken Endog disetubuhi oleh dewa Brahma" hanyalah sebuah makna simbolis yang merujuk kepada seorang raja atau penguasa pada zaman itu. Seorang Raja sering dilambangkan sebagai dewa brahwa, yang memiliki kekuasaan tertinggi.

Disetubuhi Dewa Brahwa dapat diartikan bahwa jika Ken Endog disetubuhi oleh seorang raja atau seorang penguasa pada masa itu, sehingga ada dugaan jikalau Ken Arok sebenarnya adalah keturunan dari keluarga bangsawan yang dilahirkan dari rakyat biasa (Susilo & Sarkowi, 2021).

Darah biru yang mengalir dalam tubuhnya tersebut, memberikan korelasi terhadap rasa keinginan untuk menjadi  pemimpin dan  tekat yang kuat untuk membuktikannya. Tidak mengherankan jika Ken Arok sangat ambisius dalam belajar kepemimpinan.

Perjalan hidup Ken Arok

Perjalanan Ken Arok sebelum menjadi seorang raja dimulai dengan sangat buruk sekali. Ken Arok sebelumnya yang hanya anak angkat dari Lembong, seorang pencuri. 

Ken Arok hidup dalam lembah hitam dan sering berganti-ganti orang tua yang menyebabkannya hidup dalam kegelapan. Seorang pemuda yang menjadi seorang perampok yang sangat ditakuti, garang dan  pemberani menjadikannya perampok yang terkenal dan sangat ditakuti oleh banyak orang. 

Ken Arok mengembara ke sebelah timur Gunung Kawi untuk mencuri, merampok, membunuh dan memperkosa wanita, namun korbannya adalah para bangsawan dan bukan rakyat. Oleh karena itu Ken Arok diburu oleh aparat kerajaan dari Tumapel atas perintah Raja Dhandhang Gendis dari Kerajaan Daha. 

Ada beberapa sumber yang menjelaskan bahawa perburuan untuk menangkap Ken Arok tersebut terjadi lantaran pihak Kerajaan Panjalu mengetahui jika Ken Arok adalah keturunan Raja Jenggala yang dikhawatirkan bakal menjadi ancaman dikelak kemudian hari, sehingga perlu ditangkap.

Usaha kerajaan untuk menangkap Ken Arok tidak pernah berhasil, hal ini dikarenakan ken Arok sangat ahli dalam perang gerilya dan penyergapan sehingga membuat ia selalu lolos dari sergapan tentara kerajaan.

 Sorang brahmana bernama Lohgawe, yang berasal dari Jambudwipa (India) sengaja datang ke Jawa untuk mencari Ken Arok, ia menganggap bahwa Ken Arok sebagai seorang titisan dewa Wisnu. Sampai akhirnya Ken Arok belajar tata cara hidup yang berguna bagi masyarakat lainya kepada Brahmana tersebut.

Sifat ambisius dan  tekad untuk menjadi seorang pemimpin membuat  Ken Arok ingin sekali mengabdi kepada kerajaan. Melalui peran Logawe, akhirnya Ken Arok dapat diterima dan mengabdi kepada Akuwu Tunggul Ametung di istana Tumapel.

Ken Arok Jatuh Cinta Kepada Ken Dedes

 Karena keberanian dan loyalitasnya kepada kerajaan, maka ken Arok mendapat tugas khusus untuk menjadi pengawal utama keluarga kerajaan, yaitu mengawal Tung Ametung beserta istrinya Ken Dedes. Perjumpaannya setiap hari dengan Ken Dedes memberikan simpatik dan menumbuhkan benih-benih cinta terhadap Ken Arok.

Waktu demi waktu silih berganti, cinta terus bersemi dan membuat ken Arok lupa jika Ken Dedes sudah memiliki suami; "cintanya yang begitu dalam" akhirnya membuat Ken Arok berniat untuk merebut Ken Dedes dari tangan Tunggul Ametung.

Pada suatu kesempatan ketika Ken Dedes turun dari kereta, tersingkaplah kain yang menutupi betisnya; sehingga mengeluarkan pancaran cahaya yang tidak biasa, Kan Arok yang berada di dekatnya tanpa sengaja melihat cahaya tersebut dan bertanya-tanya dalam hatinya.

 Rasa penasaran dan keingintahuannya, akhirnya membuat Ken Arok menemui Lohgawe untuk menceritakan semua yang ia lihat tentang Ken Dedes.

Lohgawe menterjemahkan cahaya yang dilihat muridnya sebagai cahaya yang hanya khusus dimiliki sesosok perempuan "Ardhanareswari," yaitu perempuan paling utama, meskipun orang berdosa. Siapapun yang menikahi perempuan "Ardhanareswari" akan menjadi maharaja.”

Ken Arok dan keris Mpu Gandring

ilustrasi: Ken Arok dan keris Mpu Gandring
sumber:https://www.dictio.id 

Keinginan untuk tetap menjadi seorang pemimpin tetap saja tidak dapat membohongi jiwa Ken Arok untuk berkuasa, hal ini mungkin ada kaitannya jika ia benar-benar keturunan bangsawan yaitu anak dari seorang raja.

Dalam melakukan pekerjaannya sebagai bawahan Tunggul Ametung, Ken Arok selalu bertemu dengan Ken Dedes "cinta lokasi hehehe" yang menyebabkannya timbul cinta terlarang. Ken Dedes saat itu adalah wanita muda yang menjadi istri Tunggul Ametung yang telah tua. 

Jadi, kemungkinan besar memang ken Dedes dan Ken Arok sama-sama mencintai, mengingat pernikahan ken Dedes dengan Tunggul Ametung terjadi karena paksaan, dan bukan berdasarkan cinta.

Rasa cinta yang menggebu-gebu terhadap wanita bernama Ken Dedes, membuat Ken Arok tidak dapat menahannya dirinya untuk segera memilikinya, maka ia ingin segera untuk menguasai Tumapel dan merebut Ken Dedes dari tangan Tunggul Ametung. 

Cinta terlarang dan cinta buta membuat Ken Arok memutar otaknya, bagaimana caranya supaya tujuan nya segera dapat tercapai, maka ada cerita yang mengatakan bahwa Ken Arok mendapatkan wangsit mencari senjata yang dapat membunuh Tunggul Ametung, dan nantinya bisa  menjadikannya seorang pemimpin dan raja yang besar.

Usaha Ken Arok tersebut membuatnya buta mata dengan memesan sebuah keris sakti pada seorang Mpu yaitu Mpu Gandring. Sesuai permintaannya, keris pilih tanding tersebut akan selesai selama beberapa bulan dan berharap Ken Arok bersabar. 

Setelah genap waktunya, maka Ken Arok pergi untuk menanyakan dan mengambil keris yang telah dipesannya. Namun setelah sampai ditempat, ternyata keris tersebut telah menjadi sebilah keris, namun belum sempurna, dan membutuhkan waktu untuk menyempurnakannya.

Mpu Gandring meminta sedikit waktu lagi kepada Ken Arok, supaya bisa  menyelesaikan keris tersebut dengan sempurna. Mendengar hal tersebut, Ken Arok sangat marah, karena mpu Gandring tidak memenuhi perjanjian yang telah disepakati. 

Ken Arok yang telah gelap hati, menjadi marah dan tak terkendali, ia merebut keris tersebut dengan paksa, karena mpu Gandring mempertahankannya, maka Ken Arok menggunakan keris tersebut untuk menusuk perut Mpu Gandring. Mpu Gandring yang terluka parah, kemudian mengutuk Ken Arok, "keris tersebut akan membunuh Ken Arok bersama tujuh anak keturunannya". Demikianlah kutukan yang diberikan Mpu Gandring; sesuai nama pembuatnya, keris tersebut diberi nama keris Mpu Gandring.

Ken Arok membawa keris tersebut dan kembali keistana Tumapel, disana ia  memupunyai seorang sahabat yang bernama Kebo Hijo. Kebo Hijo adalah yang yang sangat dipercaya oleh Tunggul Ametung, tetapi sifat dan wataknya suka pamer kepada orang lain.

Melihat keris yang dibawa oleh Ken Arok, ia sangat tertarik dan ingin meminjamnya, namun Ken Arok sengaja tidak memberikannya. Karena keris tersebut sangat unik dan menarik, Kebo Hijo memaksa ken Arok dan bahkan rela membelinya dengan harga mahal, tetapi Ken Arok menolaknya.

Sampai akhirnya, Ken Arok meminjamkan keris tersebut kepada Kebo Hijo. Sebenarnya ini adalah strategi dari Ken Arok sendiri, karakter yang suka pamer di manfaatkan oleh Ken Arok dengan meminjamkan keris tersebut kepada Kebo Hijo.

Strategi dan rencana Ken Arok berjalan lancar; benar saja, akhirnya Kebo Hijo membawa keris tersebut kemana-mana di istana Tumapel, dan memamerkan kepada semua prajurit dan punggawa istana, sehingga semua orang tahu bahwa Kebo Hijo memiliki keris baru. Akhirnya, inilah kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh Ken Arok.

Pada malam hari, ken Arok mengambil kembali keris yang di pinjamkannya kepada Kebo Hijo, dan keesok harinya Tunggul Ametung sudah tewas dengan keris mmpu Gandring tertancap didadanya. Dengan serta merta, Kebo Hijo disergap oleh sanak saudara Tunggul Ametung, dikeroyok dan ditusuki dengan keris Gandring.

Sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Arok menjadi akuwu di Tumapel dan mengawini Ken Dedes. Di antara warga Tumapel, tidak ada seorangpun yang berani menentang. 

Dari perkawinannya dengan Ken Dedes, Ken Arok memperoleh tiga orang putera dan seorang puteri, yaitu Mahisa Wunga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya dan Dewi Rimbu. 

Dan perkawinan keduanya dengan Ken Umang, Ken Arok juga mempunyai tiga putera dan seorang puteri yaitu Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola dan Dewi Rambi. Putera sulung Ken Dedes keturunan Tunggul Ametung bernama Anusapati.

Sesuai kutukan dari mpu Gandring, Ken Arok pun meninggal dibunuh dengan keris mpu Gandring oleh Anusapati putera Tunggul Ametung, demikianlah kutukan tersebut terus berlangsung dan merenggut nyawa 7 turunan dari Ken Arok.

Sumber Referensi:

Agus Susilo, Sarkowi , Perjuangan Ken Arok Menjadi Raja Kerajaan Singosari Tahun 1222-1227, SINDANG: Vol. 3 No. 1 (Januari-Juni 2021):1-10.

Damayanti, Feni. Pemerintahan Wisnuwardhana Ditinjau Dari Segi Politik Dan Keagamaan (1248-1268), AVATARA, Volume 4, No. 1, Maret 2016.

 Nainggolan, Roberto, Anny Wahyudi, Budi Purnomo, Program Studi, Pendidikan Sejarah, Universitas Jambi, Tunggul Ametung, and Nilai Karakter. “Nilai-Nilai Karakter Dalam Perjuangan Ken Arok Mendirikan Kerajaan Singasari Tahun 1222” 4, no. 1 (2021): 43–50.

Salindri, Dewi, Legitimasi Kekuasaan Ken Arok Versi Pararaton Dan Negarakertagama “Historia, Vol. 1, No. 2 – Januari 2019” 1, no. 2 (2019): 104–116.





Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Histori Ken Arok dan Keris Mpu Gandring Yang Membawa Kutukan Tujuh Turunan"