Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Love Story Ken Arok dan Ken Dedes

Kisah cinta berdarah yang membawa sebuah kutukan


Prasasti Ken Arok
sumber www.historia.id

“Kisah cinta berdarah yang membawa sebuah kutukan,” demikianlah kisah cinta Ken Arok dan Ken Dedes di ceritakan. Dalam sejarah raja-raja jawa, kisah ini sangat  melegenda dalam sejarah tutur masyarakat.

Dalam pelajaran sejarah, tentu kalian sudah pernah belajar dan membaca buku-buku tentang sejarah ketika masih dibangku sekolah. 

Bahkan banyak buku-buku dan novel yang mencoba menuliskan dan mengangkat kembali cerita yang Ken Arok dan Ken Dedes, dengan menambahkan beberapa cerita romantis untuk membuat kisah tersebut seperti hidup kembali.

Jika kalian menyukai pelajaran, maka kisah ini tentu sangat menarik untuk dibahas dan diceritakan kembali, supaya anak-anak muda tidak melupakan sejarah penting cikal-bakal lahirnya nusantara yaitu Indonesia.

Ken Arok


Prasasti Ken Arok
sumber: www.museumnusantara.com

Ken Arok dikenal dengan sebutan sang "Amurwabhumi,"seorang tokoh legendaris yang merebut kekuasan Tumapel dari Tunggul Ametung dan menjadi pendiri kerajangan Singasari. Ken Arok sering digambarkan sebagai seorang muda yang cerdas, cerdik dan brandal tetapi peduli terhadap rakyat kecil. 

Ia pernah menjadi seorang perampok yang sangat ditakuti serta disegani, karena keahlian dan ketangkasannya dalam berperang. 

Ia juga banyak merampok kaum bangsawan yang merupakan pejabat istana Tumapel, dimana para pejabat ini dinilai sangat kejam, dan banyak menindas rakyat kecil.

Karena keberanian dan ambisinya terhadap kekuasan, ia mengabdi terhadap Tunggul Ametung. Tidak berselang lama karena keberanian dan ketangkasannya, Ia bisa menjadi pengawal kepercayaan Tunggul Ametung. 

Singkat cerita, akhirnya Ken Arok  berjumpa seorang wanita yang cantik yang adalah istri dari Tunggul Ametung sendiri, yaitu Ken Dedes. 

Perjumpaan tersebut menumbuhkan benih-benih cinta yang membuatnya selalu terbayang-bayang hingga tidak bisa tidur, sehingga terbesit dipikirannya untuk merebut Ken Dedes dan membunuh Tunggul Ametung.

Ken Dedes


Lukisan Ken Dedes
sumbernasional.okezone.com

Ken Kedes adalah putri  tunggal dari Mpu Purwa, beberapa sumber menjelaskan bahwa ketika mpu Purwa sedang pergi bertapa, Tunggul Ametung mendatangi kediamanan mpur Purwa dan melihat Ken Dedes. 

Karena terpesona dengan kecantikannya, maka Tunggul Ametung membawa gadis tersebut dengan paksa ke istana Tumapel. 

Karena dikenal sebagai pejabat yang korup dan jahat, maka tidak heran apabila Tunggul Ametung mengadakan pernikahan dengan paksaaan. 

Ken Dedes pun pasrah dengan mengikuti semua kemauan dari Tunggul Ametung, demikianlah kisah pernikahan mereka yang tidak didasari dengan cinta, melainkan dengan paksaan.

Tunggul Ametung dikenal semakin  kejam dan sering menindas rakyat, biasanya para pejabat Tunggul Ametung merampas kuda, sapi, emas dan lainya dari rakyat Tumapel, termasuk wanita-wanita cantik, termasuk Ken Dedes yang menjadi istrinya. 

Sikap dan tindakan Tunggul Ametung yang semena-mena kepada rakyat banyak ditentang oleh golongan Brahmana. 

Hal ini menyebabkan hubungan istana Tumapel dengan para Brahmana semakin renggang dan merosot, bahkan sikap Tunggul Ametung dianggap banyak mengucilkan dan melecehkan golongan Brahmana.

Pemberontakan Ken Arok Kepada Tunggul Ametung


Pemberontakan Ken Arok
sumber www.historia.id

Pada waktu sudah pengawal kepercayaan Tunggul Ametung, kemanapun mereka pergi dipastikan Ken Arok selalu bersama-sama mereka untuk menjadi pengawal. 

Namun tanpa sengaja, ketika Ken Dedes turun dari sebuah kereta tersingkaplah kain dari betis sampai pahanya, Ken Arok yang melihat menjadi kaget karena ada rahasia Ken Dedes yang memancarkan sinar. 

Lalu sepulangnya dari taman, Ken Arok merasa resah dan muncul banyak pertanyaan, akhirnya dengan terpaksa ia menceritakan hal tersebut kepada pendeta Lohgawe. 

Mendengar cerita dari Ken Arok, Lohgawe memberikan penjelasan, bahwa wanita yang rahasianya menyala, adalah wanita "nareswari".  Artinya bahwa lelaki yang menikahinya akan menjadi raja yang besar.

Mendengar penjelesan tersebut Ken Arok terdiam sejenak, lalu muncul dalam hatinya niat untuk membunuh Tunggul Ametung. 

Setelah itu Ken Arok meminta ijin kepada Lohgawe untuk mengunjungi Ayah angkatnya yang ada di desa Karuman. 

Setelah sampai disana, ia merenung dan mencoba mengutarakan isi hatinya kepada Bango Samparan, bahwa ia ingin membunuh Tunggul Ametung dan mengawini Ken Dedes.

Akhirnya, Bango Samparan memberi nasehat keapda Ken Arok untuk menemui seorang pandai besi yang bernama Mpu Gandring, ia adalah sahabat dari Bango Samparan sendiri. Konon ada cerita yang mengatakan bahwa setiap orang yang terkena tikaman dari keris buatan Mpu Gandring pasti mati.

Karena mendengarkan nasehat dari Bango Samparan, mama Ken Arok menjumpai Mpu Gandring untuk memesan sebuah keris sakti, berdasarkan kesepakatan keris tersebut membutuhkan proses dalam pembuatannya. 

Supaya keris tersebut dapat dibuat dengan sempurna. Namun Ken Arok meminta kepada Mpu Gandring bisa menyelesaikannya dalam waktu 5 bulan. 

Karena cintanya kepada Ken Dedes, maka Ken Arok menunggu dengan resah dan gelisah, karena waktu 5 bulan baginya sama dengan bertahun-bertahun. 

Setelah menunggu dengan kegelisahan, akhirnya setelah genap 5 bulan Ken Arok kembali menemui Mpu Gandring untuk mengambil keris yang dipesannya. 

Ketika sampai ditempat Mpu Gandring, ternyata keris tersebut belum sempurna alis belum diselesaikan, karena wataknya yang keras dan mantan dari perampok, maka Ken Arak yang marah merebut keris tersebut dan menusukannya kepada Mpu Gandring,.

Selanjutnya Mpu Gandring yang terluka parah, lalu mengumpat atau memberikan kutukan kepada ken Arok, "Hei Arok! kamu dan anak cucumu sampai tujuh turunan akan mati karena keris itu juga! setelah mengutuk Ken Arok akhirnya Mpu Gandring mati. 

Setelah itu, Ken Arok pergi ketumapel dan akhirnya membunuh Tunggul Ametung dengan keris buatan mpu gandring. Karena dibuat oleh mpu Gandring maka keris itupun dikenal dengan sebutan Keris Mpu Gandring.

Dan akhirnya, kutukan dari Mpu Gandring pun berlaku, Ken Arok juga dibunuh oleh anak Keris Mpu Gandring oleh anaknya Tunggul Ametung. 

Demikianlah seterunya, peristiwa tersebut benar-benar terjadi sampai dengan keturunan ketujuh. 

Sumber Referensi:

Agus Susilo, Sarkowi , Perjuangan Ken Arok Menjadi Raja Kerajaan Singosari Tahun 1222-1227, SINDANG: Vol. 3 No. 1 (Januari-Juni 2021):1-10

Damayanti, Feni. Pemerintahan Wisnuwardhana Ditinjau Dari Segi Politik Dan Keagamaan (1248-1268), AVATARA, Volume 4, No. 1, Maret 2016

 Nainggolan, Roberto, Anny Wahyudi, Budi Purnomo, Program Studi, Pendidikan Sejarah, Universitas Jambi, Tunggul Ametung, and Nilai Karakter. “Nilai-Nilai Karakter Dalam Perjuangan Ken Arok Mendirikan Kerajaan Singasari Tahun 1222” 4, no. 1 (2021): 43–50.

Salindri, Dewi, Legitimasi Kekuasaan Ken Arok Versi Pararaton Dan Negarakertagama “Historia, Vol. 1, No. 2 – Januari 2019” 1, no. 2 (2019): 104–116.



Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Love Story Ken Arok dan Ken Dedes"