Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Memahami Pengertian dan Penggunaan Strategi Pembelajaan Inkuiri

Strategi Pembelajaan Inkuiri di dalam kelas 


Pembelajaran didalam kelas
www.pixabay.com

 Menurut Ellis “ strategi pembelajaan Inkuiri didasarkan atas tiga pengertian, yaitu siswa terlibat dalam kesempatan belajar dengan derajat self-direction yang tinggi, siswa dapat mengembangkan sikap yang baik dalam belajar, siswa juga dapat menjaga dan menggunakan informasi untuk waktu yang lama.
 
Pertama, strategi pembelajaran inkuiri selalu melibatkan pendekatan pembelajaran untuk “menanyakan” dan terbuka untuk menerima gagasan dan pemikiran baru. 

Kedua, seseorang yang berorientasi pada strategi inkuiri adalah orang yang sangat penyabar. Ketiga, Inkuiri didasarkan atas asumsi “kebebasan ide” sebuah asumsi individu diijinkan dan diharapkan untuk memiliki gagasan yang cemerlang, strategi ini merupakan sebuah proses yang melibatkan pertumbuhan. 


1. Tujuan utama strategi pembelajaran Inkuiri 

Tujuan utama strategi pembelajaran ini adalah berorientasi pada pengembangkan sikap dan keterampilan siswa sehingga mereka dapat menjadi pemecah masalah yang mandiri (independent problem solvers).

Yang berarti bahwa siswa tersebut perlu mengembangkan pemikiran yang skeptis tentang sesuatu hal dan peristiwa-peristiwa yang ada didunia ini. 

Joice dan Weil (1980) mengatakan bahwa, tujuan umum dari pendekatan Inkuiri adalah untuk membantu siswa mengembangkan disiplin dan keterampilan intelektual yang diperlukan untuk memunculkan masalah dan mencari jawabannya sendiri. 

Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat dijelaskan secara umum tujuan strategi ini adalah membantu siswa mengembangkan disiplin dan intelektual untuk memunculkan masalah dan kemudian mencari dan menemukan jawabannya sendiri sehingga mereka dapat menjadi pemecah masalah secara mandiri. 

2. Keunggulan dan kelemahan strategi pembelajaran Inkuiri 


Strategi pembelajaaran Inkuiri memiliki beberapa keuntungan sebagaimana di kemukakan oleh beberapa ahli. Menurut Mars (1991) keunggulan dari strategi ini diantaranya adalah sebagai berikut;
  • Sangat Ekonomis dalam menggunakan pengetahuan-pengetahuan yang relevan dengan sebuah isu yang diamati.  
  • Strategi ini memungkinkan siswa dapat memandang konten (isi) dalam sebuah cara yang lebih realistikdan positif karena mereka dapat menganalisis dan menerapkan data untuk pemecahan masalah.
  • Secara intrinsik strategi ini memberikan motivasi kepada peserta didik. Mereka akan termotivasi oleh dirinya sendiri untuk merefleksikan isu-isu tertentu, mencari data, dan membuat keputusan yang berguna bagi diri sendiri. 
  • Strategi ini memungkinkan hubungan pendidik dan peserta didik lebih hangat karena guru lebih bertindak sebagai fasilitator. 
  • Strategi ini memebrikan nilai transfer yang unggul jika dibandingkan dengan metode-metode lainnya. 
Meskipun memiliki beberapa keunggulan, strategi Inkuiri juga memiliki beberapa kelemahan yang juga harus dipahami oleh para pendidik. 

Pertama, pembelajaran dengan menggunakan strategi ini membutuhkan jumlah jam yang lebih banyak, karena membutuhkan pengamatan, analisa dan memecahkan masalahnya. 

Kedua, strategi ini membutuhkan kemampuan berpikir yang tinggi, seperti kemampuan analitik dan kognitif. 

Ketiga, strategi ini bisa berbahaya bila dikaitkan dengan beberapa problema, terutama isu-isu kontroversial. Keempat, pendekatan ini sulit untuk dievaluasi dengan tes prestasi tradisional. 

3. Peranan pendidik dalam pembelajaran Inkuiri 


Pembelajaran didalam kelas/Pixabay.com

Penggunaan strategi pembelajaran Inkuiri membutuhkan peran pendidik dalam menciptakan lingkungan yang dapat menciptakan masalah-masalah yang memadai dan menstimulasi pertanyaan-pertanyaan serta meneliti diantara siswa itu sendiri. 

Yang terpenting pendidik dapat mengarahkan peserta didik dalam menemukan informasi bagi mereka sendiri. 

Wood (1987) menyatakan bahwa peran guru dalam pembelajaran inkuiri adalah mendorong pembelajaran mandiri dengan cara menimbulkan rasa keingin-tahuan siswa, menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka serta mendorong partisipasi individual dalam diskusi. 

Sedangkan menurut Dodey dan Schafer, peran guru dikaitkan dengan memfasilitasi sejumlah besar aktifivitas yang digerakan oleh siswa, guru harus belajar dan mengembangkan cara-cara untuk membantu dan melatih siswa memiliki kepercayaan diri yang tinggi. 

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diartikan bahwa strategi pembelajaran Inkuiri lebih berpusat kepada siswa, dimana guru hanya menjadi fasilitator dengan memberikan materi-materi pembelajaran yang memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menantang. 

Selanjutnya peran guru adalah menolong peserta didik untuk mengamati, menganalisis dan memacahkan permasalan tersebut sampai dengan menemukan jawabannya sendiri. 

4. Mengimplementasikan strategi pembelajaran Inkuiri 

Strategi pembelajaran Inkuiri memang membutuhkan waktu dan kesabaran kepada pendidik, karena membutuhkan proses dan waktu belajar lebih lama. 

Oleh sebab itu, seorang pendidik harus benar-benar menguasai dan memahami penggunaan strategi pembelajaran Inkuiri dikelas. 

Pola-pola yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pembelajaran inkuiri yang pertama adalah menyatakan masalah. 

Pendidik harus menyajikan informasi tentang masalah atau isu yang diangkat sebagai bahan pembelajaran, sebaiknya masalah yang diangkat bukan masalah-masalah yang kontroversial. 

Seorang pendidik harus merumuskan hipotesis dan mengembangkan sebuah rencana kerja, bagaimana prosedur dan langkah-langkahnya supaya peserta didik dapat memahami topik pembelajaran dengan jelas. 

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data dan merumuskan kesimpulan. Pendidik membimbing peserta didik untuk melakukan pengamatan, analisa dan mengumpulkan data-data yang dipakai sebagai dasar pemecahan masalah. 

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan peserta didik dapat menemukan jawaban serta memberikan kesimpulan terhadap materi atau topik dalam pembelajaran tersebut.

Sumber Referensi:

Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.
Suyadi, Strategi Pembelajaran Karakter, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015.
Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta: Aswaja Presindo, 2016.

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk " Memahami Pengertian dan Penggunaan Strategi Pembelajaan Inkuiri "