Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Teknik Penulisan Artikel dan Jurnal Ilmiah

Struktur artikel untuk jurnal ilmiah dan teknik penulisannya

Jurnal ilmiah adalah sebuah tulisan akademik yang tidak sama dengan tugas akhir seperti skripsi atau disertasi walaupun sama-sama merupakan karya ilmiah dan menyajikan hasil penelitian dan panjangnya tulisannya tidak sama, jurnal ilmiah lebih pada laporan ringkas dengan sistematika tertentu itu yang berbeda dengan karya ilmiah lainnya. 


Ilustrasi: Menulis Jurnal ilmiah
www.pexels.com/@Jess Bailey Design

Artikel jurnal dipublikasikan lebih luas dibandingkan skripsi tesis dan disertasi yang hanya untuk konsumsi terbatas di dalam perpustakaan perguruan tinggi.  

Dampak publikasi tersebut berupa ilmu pengetahuan praktis yang manfaatnya dapat dipetik oleh masyarakat secara luas dimana lingkup akademik dapat merujuknya sebagai sumber referensi bagi kajian ilmiah lainnya. 

Di dalam permen ristek Dikti nomor 9 tahun 2018 tentang akreditasi jurnal ilmiah didefinisikan bahwa jurnal ilmiah adalah bentuk pemberitaan atau komunikasi yang memuat karya ilmiah dan diterbitkan berjadwal dalam bentuk elektronik atau tercetak.  

Definisi itu mendeskripsikan sebuah jurnal ilmiah adalah sebuah karya ilmiah yang diterbitkan dalam pasal 3 diatur bahwa fungsinya antara lain;  

  • Meregistrasi Kegiatan kecendekiawanan, mengarsipkan temuan hasil kegiatan ke cendekiawan ilmuwan, mengakui hasil kegiatan yang memenuhi persyaratan ilmiah mendiseminasikan hasil kegiatan kecendekiawanan,  

  • Mendingseminasikan hasil pengabdian kepada masyarakat;  dan melindungi hasil karya peneliti atau cendekiawan. oleh karena itu, 

  • Jurnal memiliki fungsi yang sama pentingnya dengan karya ilmiah lainnya walau memiliki tampilan dan karakteristik yang khas.

Kategori jurnal

Berdasarkan cakupan penerbitan dan publikasinya, Maka jurnal dapat dibagi ke dalam tiga kelompok yakni:  jurnal  lokal, Jurnal nasional, dan jurnal internasional. 

Jurnal tersebut terbitnya hanya untuk kebutuhan internal sebuah lembaga maka termasuk ke dalam kategori jurnal lokal. 

Sedangkan jurnal nasional adalah karya akademik yang diterbitkan dengan skala nasional yang mendapat pengakuan nasional dari Lembaga resmi tetapi jangkauannya sebatas negara asal jurnal/penerbitan jurnal. 

Sedangkan sebuah jurnal disebut jurnal internasional ketika jurnal itu mendapat pengakuan internasional, cakupannya mancanegara atau internasional,  dan penulisnya melibatkan akademisi dari negara-negara lain. 

Berdasarkan   gradenya,  jurnal dibagi dua yakni jurnal bereputasi dan jurnal biasa.  Dalam hal ini jurnal nasional atau internasional dikatakan bereputasi setelah mendapat pengakuan institusi resmi dan diakui kredibilitasnya secara akademik dalam sebuah konvensi internasional yang terdaftar di dalam lembaga pengindeks bereputasi. 

Di dalam negeri,  jurnal-jurnal yang dipublikasikan dan diberi peringkat oleh ristekdikti melalui SINTA ( Science and Technology Index)

SINTA adalah sebuah portal yang memuat pengukuran kinerja ilmu pengetahuan, teknologi menulis lembaga ilmiah serta kinerja jurnal yang diterbitkan. 

Jurnal-jurnal dalam negeri yang telah diakreditasi oleh SINTA Tergolong jurnal yang bereputasi. Para verifikator SINTA Memberikan nilai yang akan menentukan peringkat jurnal di SINTA, mulai dari yang terendah sampai dengan nilai yang tertinggi. 

Struktur jurnal

Sebuah tulisan jurnal memiliki struktur yang sistematis dan menjadi sebuah Konvensi secara akademik sejak terbitnya edisi perdana philosophical transactions Inggris tahun 1665. 1665 unsur-unsur yang di jurnal  setelah judul {title} Nama penulis {author} adalah sebagai berikut:

  • Abstract (A) atau abstrak
  • Introduction (I) atau pendahuluan
  • Materials and methods (M) atau bahan-bahan dan metode
  • Result (R) atau hasil
  • Discussion (D) atau pembahasan
  • conclusion (C) atau kesimpulan

Sekalipun terdapat perbedaan struktur,  unsur-unsur di atas adalah unsur yang wajib ada di dalam sebuah paper jurnal. perbedaan struktur hanya menyangkut tipe dan kepentingan jurnal saja. Secara ringkas,  masing-masing struktur dapat dijelaskan sebagai berikut: 

  1. Judul (title)
  2. Penulis (Authors)
  3. Abstrak (Abstract)
  4. Pendahuluan (introduction)
  5. Bahan-bahan dan metode (materials and methods) 
  6. Hasil (Result)
  7. Pembahasan/Diskusi ( Discussion) 
  8. Kesimpulan (conclusion)

Judul (Title)

Judul sebuah paper jurnal Mencerminkan isi dari paper tersebut secara keseluruhan. Oleh sebab itu, seorang penulis paper dituntut untuk membuat judul yang singkat, padat dan jelas tetapi menjelaskan pokok pembahasan metode yang dilakukan dan tujuan yang diharapkan. 

Tentu saja, sebuah judul yang baik haruslah informatif dan menarik.  Untuk itu, penulis dituntut menggunakan kalimat yang terpilih agar membangkitkan rasa ingin tahu dan menyajikan informatif teknis disisi lainnya.

Untuk memudahkan di dalam prosesi sitasi dan penulisan ulang oleh penulis lain,  maka Judul paper sebaiknya menghindari istilah yang terlalu teknis dan sedapat mungkin tidak menggunakan simbol-simbol khusus dan kalimatnya haruslah mudah dibaca dan diingat.

Penulis (Authors) 

Identitas adalah nama penulis paper. Dapat berdiri sendiri sebagai satu nama nama-nama dan kebanyakan merupakan kolaborasi dari beberapa nama penulis.  ketentuan berikut dapat dijadikan panduan:

  1. Berisi nama lengkap penulis
  2. Tidak menggunakan gelar akademik
  3. Nama penulis pertama (korespodensi) berada di urutan pertama
  4. Kadang-kadang disertai dengan pencantuman alamat email masing-masing penulis atau hanya penulis korespondensi saja.
  5. Gunakan singkatan jika Nama penulis terlalu panjang yang umumnya dipakai adalah nama depan dan nama keluarga.
  6. Jika penulis lebih dari satu nama penulis harus dicantumkan dan tidak boleh menggunakan singkatan “dkk.”

Abstrak (Abstract)

Abstrak adalah saripati paper di dalam satu paragraf. Dengan membaca abstrak, pembaca dapat memiliki informasi yang lebih ringkas tentang:

  • Pokok penelitian dan latar belakangnya
  • Metode
  • Hasil dan langkah analisis
  • Temuan
  • Kesimpulan 

Dengan demikian,  abstrak memiliki daya tarik sendiri di dalam menentukan apakah sebuah paper ingin dibaca,  menjadikan rujukan atau diabaikan.  hanya dengan membacanya, seorang penulis lain dapat memutuskan 3 hal;  pertama,  membaca paper secara lengkap.  

Kedua, mensitasi paper tersebut atau tidak,  atau menjadikannya sebuah rujukan. Ketiga,  menyimpan artikel tersebut di dalam repository pribadi. 

Oleh sebab itu,  abstrak harus disusun dengan baik karena merupakan jati diri dari paper.  di dalam komunitas masyarakat ilmiah,  justru yang seringkali dibaca dan disajikan adalah bagian abstraknya.  akan tetapi,  Abstrak bukankah paper itu sendiri itu sebabnya abstrak tidak boleh dikutip. 

Pendahulian (introduction)

Pendahuluan di dalam sebuah paper jurnal hampir sama dengan laporan penelitian karena memuat aspek latar belakang topik yang akan dibahas. 

Tetapi penyajiannya tidak perlu panjang lebar dan dibuat dengan singkat sebanyak 3 hingga 5 paragraf saja. 

Kandungannya adalah latar belakang yang menjelaskan mengapa penulis mengambil topik penelitian tersebut dan apa yang menjadi tujuan yang ingin dicapai di dalam  paper tersebut. 

Dalam bagian ini penulis dapat mengutip penelitian orang lain sebagai acuan atau fakta empiris sebagai contoh atau titik tolak.  penulis harus menjelaskan secara sistematis latar belakang praktis sehingga mencuat satu persoalan yang perlu dibahas di dalam paper. 

Bagian pendahuluan pada umumnya berisi tujuan tujuan yang ingin dicapai atau dijelaskan oleh penulis melalui papernya.  

Pada penjelasan sebelumnya bersifat deskriptif,  maka pada bagian penutup penulis dapat mengajukan sebuah pertanyaan yang akan dijawab di dalam paper yang ditulisnya itu.  Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dimuat secara ringkas dan padat di dalam sebuah paper jurnal yaitu:

  • Mencakup latar belakang penelitian
  • Deskripsikan masalah penelitian sejelas-jelasnya
  • Memiliki rujukan pada penelitian sebelumnya
  • Mengandung fakta fakta empiris
  • Diakhiri dengan pertanyaan penelitian atau pernyataan penelitian 

Metode (methods) 

Disini penulis harus memaparkan secara deskriptif Bagaimana peneliti melakukan penelitian Langkah Demi Langkah (McInermey, 2001). Jika itu merupakan penelitian eksperimental maka prosedur eksperimen dijelaskan di bagian ini.  

Jika artikel merupakan penelitian sosial berbasis literatur review Maka pada bagian ini penulis mengemukakan penjelasan tentang langkah-langkah yang ditempuh untuk menjalankan penelitian dan menulis paper.  

Dengan membaca bagian ini maka pembaca akan mengerti kerangka berpikir penulis dan bagaimana penulis melaksanakan penelitiannya yang menyusun desain penelitian yang jelas serta terinci. 

Untuk sebuah desain penelitian yang terinci paling tidak mengandung sejumlah karakteristik yakni subjek dan objek penelitian,  cara peneliti mengambil dan mengolah data (analisis) alur berpikir.

 Bagian metode juga merangkum sistematika metode penelitian yang dipergunakan. Penjelasannya bersifat  teknik sehingga disebut sebagai metode. Masih banyak terdapat salah kaprah pemahaman dengan menuliskannya sebagai metodologi. 

Mirip tapi kedua istilah tersebut Menjelaskan hal yang berbeda. “Metodologi” adalah ilmu (rumpun) sedangkan metode adalah prosedur. 

Metode berada di dalam metodologi. dengan demikian artikel jurnal membutuhkan penjelasan metode dan bukan penjelasan metodologi. 

Contoh Metode:

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian tindakan (action research) yang dikenalkan pertama kali oleh Lewin di Inggris pada tahun 1933 (kartowagiran, 2005). 

 Action research dalam pandangan tradisional adalah suatu kerangka penelitian pemecahan masalah, dimana terjadi kolaborasi antara peneliti dengan klien dalam mencapai tujuan Penelitian.  

Metode ini berkembang terus dan menyebar ke seluruh penjuru dunia yang dikenal di Australia baru sekitar tahun 1970 an peneliti melakukan penelitian ini dengan melakukan tindakan percobaan menggunakan website Google Trend. 

Untuk sebuah metode yang baik paling tidak di dalam penyusunannya mengandung sejumlah unsur-unsur berikut ini:

  • Metode yang dipergunakan berikut rujukannya
  • Sistematika penulisan
  • Argumentasi yang memuat alasan penulis memilih metode tertentu
  • Alat  pengumpulan  data 
  • Teknik analisis 
  • Subjek atau objek penelitian
  • Hasil (Results)

Selalu dikaitkan dengan main point dari penelitian. Jika itu merupakan hasil penelitian maka results berupa laporan hasil penelitian, Laporan perhitungan yang sesuai dengan tujuan penelitian atau temuan setelah melakukan penyelidikan ilmiah. 

Apabila hasil disampaikan melalui tabel maka tidak perlu pengulangan tabel tersebut melalui kalimat. 

Cukup diberi pengantar tentang tabel yang akan disajikan.  result lebih merupakan hasil dari temuan menyangkut penelitian yang memberikan jalan bagi pembahasan atau diskusi pada bagian berikutnya. 

Penulisan result mengikuti poin-poin yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penulis menyampaikan apa adanya sesuai temuan atau hasil penelitian.

Pembahasan/Diskusi (Discussion) 

Pembahasan selalu mengikuti Result. Pembahasan adalah bagian yang sangat penting di dalam sebuah artikel jurnal.  

Didalamnya berlangsung argumentasi yang singkat tetapi tajam dan mengena  terhadap setiap temuan dan mendiskusikan temuan tersebut dengan teori yang relevan,  hasil penelitian yang terkait dan ide-ide ilmiah lainnya.  

Pembahasan dipandu oleh tujuan di dalam setiap paragraf.  Hendaknya, Setiap pembahasan dalam setiap paragraf hanya mengandung satu pokok pikiran saja. 

Paragraf baru menyangkut pokok pikiran baru, tetapi berkaitan dengan paragraf sebelumnya didalam sebuah alur yang jelas,  dan logis sehingga pembaca dengan urut mengikuti jalan pikiran penulis melalui uraian tersebut.

 Oleh sebab itu,  penyusunan kalimat di dalam artikel sebuah paper jurnal tidak boleh bertele-tele,  berputar-putar atau mengambang. Kalimat demi kalimat yang dipergunakan harus mengarah pada maksud yang dikehendaki dengan mengacu pada tujuan dan topik utama yang ada di dalam sistematika artikel.

Tujuan utama bagian diskusi adalah melakukan pembelaan intelektual sehingga hasil yang diperoleh dapat diterima sebagai sebuah kebenaran ilmiah yang terbuka untuk digugat kembali oleh orang lain (Markovitch, 2003). 

Ini adalah prinsip dari metode ilmiah dimana sebuah temuan dapat diterima sebagai sebuah kebenaran baru,  ditolak dengan kebenaran yang lebih baru atau bahkan digugat  dan atau diperkuat makin banyak data pendukung terhadap argumentasi yang dikemukakan di dalam pembahasan, maka hasil yang disampaikan kan makin dapat diterima oleh masyarakat akademis. 

Sebuah diskusi yang baik harus dengan jelas terhubung pada bagian pendahuluan.  Hal ini perlu agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana dan memenuhi tujuan penelitian serta menjawab pertanyaan penelitian yang telah diungkap pada bagian pendahuluan. 

Berikut ada beberapa hal praktis yang harus diperhatikan dalam membuat diskusi:

  • Kaitkan diskusi atau pembahasan dengan judul paper
  • Kaitkan diskusi atau pembahasan dengan bagian pendahuluan
  • Susun sistematika pembahasan dengan key messages, Misalnya dengan sub pokok bahasan atau topik kecil
  • Arahkan pembahasan untuk menuju pada finding sebagai patokan yang akan dipergunakan saat membuat kesimpulan
  • Penjelasan temuan didukung oleh teori dan referensi yang relevan sehingga di bagian akhir paragraf terdapat kesimpulan penulis tentang key Messenge. Kesimpulan merupakan isi pikiran penulis tentang pokok pembahasan.

Kesimpulan (conclusion)

Bagian kesimpulan pada paper ilmiah adalah saripati dari pembahasan dan temuan,  apa poin-poin utama dari pembahasan yang panjang lebar di bagian sebelumnya.  

Pijakan utama adalah tujuan penelitian yang hasilnya dilaporkan sebagai kesimpulan setelah penulis memaparkan analisis dan argumentasinya di dalam pembahasan.  

Oleh sebab itu,  sebuah conclusion bukan merupakan penjelasan panjang lebar tetapi pernyataan simpulan yang singkat,  padat dan jelas serta disampaikan secara deskriptif.  

Kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan penulisan paper yang telah dinyatakan sebelumnya pada bagian pendahuluan.

Bagian kesimpulan,  penting bagi penulis untuk mencantumkan penjelasan bukti pendukung baik yang berasal dari sumber primer maupun sekunder sebagai pengantar di dalam menyampaikan poin-poin kesimpulan. 

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan penulis ketika menyusun list of references paper jurnal penelitiannya: 

  1. Sangat dianjurkan menggunakan reference Manager seperti mendeley ( dapat download di mendeley.com)  karena semua online journal system Sudah terintegrasi di dalam merekam metadata referensi dari tool references Manager. 
  2. Aturan penyusunan referensi di setiap penerbit jurnal berbeda-beda yang mengikuti teknik  sitasi atau kaidah pengutipan rujukan yang telah ditetapkan oleh setiap penerbit. 

Contoh Sistematika Jurnal ilmiah:

  1. Title/Judul, mencakup lingkup kajian, pokok bahasan artikel, dan metode yang dipergunakan
  2. Identity/Identitas, mencakup nama penulis atau nama-nama penulis jika lebih dari satu orang, afiliasi lembaga para penulis dan alamat email penulis korespodensi.
  3. Abstract/Abstrak mencakup ringkasan seluruh artikel, mulai dari tujuan penelitian, metode yang digunakan dan temuan.
  4. Keyword/Kata-kata kunci mencakup kata kunci yang menjelaskan pembahasan artikel
  5. Introduction/Pendahuluan mencakup latarbelakang penelitian dan tujuan yang ingin dicapai
  6. Methods/Metode mencakup metode yang dipergunakan penulis untuk melakukan penelitiannya. Lebih bersifat teknis dan mencakup sistematika didalam paper.
  7. Discussion/Pembahasan mencakup ulasan dan pembahasan menyangkut temuan penelitian sesuai sistematika yang telah dirancang sebelumnya.
  8. Kesimpulan (conclusion) kesimpulan merupakan jawaban dari tujuan penulisan paper yang telah dinyatakan sebelumnya pada bagian pendahuluan.

Sumber Referensi:

Sony Eli Zaluchu dkk, Strategi Menulis Jurnal Untuk Ilmu Teologi, (Semarang: Golden Gate Publishing, 2020).



Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk " Teknik Penulisan Artikel dan Jurnal Ilmiah"