Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

4 Tips Cara Menyusun Skripsi Supaya Lebih Mudah dan Tidak Stress

 Tips Cara mengatasi Stres Menyusun Skripsi   

Ilustrasi gambar:
Lulus Kuliah/Pexels.com/Pixabay

 Tujuan utama dari menempuh pendidikan  tinggi adalah bisa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu dan wisuda. Namun adakalanya, perjalanan tersebut tidak semudah dari apa yang dibayangkan sebelumnya. 

Proses demi proses mungkin bisa dilewati dengan baik, namun proses dalam menyusun skripsi atau tesis untuk sebagian orang adalah proses yang berat. 

Dalam menyusun skripsi atau tesis, ada kaidah-kaidah ilmiah yang harus diikuti, sehingga bisa menyebabkan pusing dan stres. Akibatnya, dalam setiap angkatan ada saja mahasiswa yang tidak lulus, alias sangat mencintai kampusnya. 

Bagi kalian yang pernah menempuh pendidikan tinggi, biasanya pada tahap akhir muncul pertanyaan-pertanyaan, apakah saya bisa menyusun karya ilmiah, bagaimana dengan dosen pembimbingnya,  bagaimana jika nanti tidak lulus? 

Inilah perasaan yang pernah kita rasakan dahulu, jika pernah menempuh pendidikan dengan gelar S1, atau S2. 

Menyusun skripsi dan tesis bagi sebagian orang adalah momok yang mengerikan dan menakutkan, apalagi kalau melihat beberapa orang yang begitu mencintai kampusnya, alias gak lulus-lulus hehehe.

Selain itu, apabila mendengar cerita tentang ujian proposal atau skripsi yang katanya menakutkan, rasanya pengen mundur saja.

 Jika pada hari kalian sedang memulai untuk menyusun skripsi, jangan takut, mulailah untuk percaya diri dan mengumpulkan energi supaya kuat ketika di bantai dalam ujian, wah kok ngeri sekali ya.

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat dipersiapkan untuk menyusun skripsi atau tesis:

1. Membangun kepercayaan diri

Ilustrasi: stres menyusun skripsi
www. pexels.com/andrea piacquadio

Sebelum menyusun karya tulis ilmiah, baik skripsi atau tesis, sebaiknya mulailah membangun sebuah kepercayaan diri.

 Percayalah bahwa kalian semua memiliki kemampuan dan kapasistas yang mumpuni, sama seperti teman-teman yang lainnya. Mengapa demikian? Karena kalian sudah belajar metode dan teknik penulisan karya ilmiah, seharusnya sudah bisa menyusun skripsi.

Anggaplah kalian jauh lebih pintar dari teman-teman yang lain, tetapi selalu disertai dengan terus belajar yang giat dan rajin. 

Ini sangat penting utuk menumbuhkan rasa percaya diri secara konsisten, dengan demikian sahabat semua bisa lebih rilex dan tidak mengalami stres yang berlebihan.

Kalian juga harus lebih aktif berkomunikasi dengan teman-teman yang lain, jangan jadi orang yang pendiam, belajarlah dengan orang-orang yang memiliki kemampuan lebih, supaya bisa belajar dan bertanya kepadanya apabila mengalami kesulitan.

Jangan malu untuk bertanya, apabila mengalami   kesulitan dalam mencari "referensi" atau ide dalam menyusun skripsi atau tesis.

Mulailah dengan penuh kepercayaan diri, tekun dan fokus, maka semua akan sangat mudah untuk dikerjakan, “semangat dan semoga berhasil ya.”

2. Belajar menulis karya ilmiah berulang-ulang

Ilustrasi gambar: Menulis karya ilmiah
www. pexels.com/Vib B

Sebuah peptah mengatakan, "sepandai-pandainya tupai melompat pasti pernah jatuh juga" dari pepatah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa sepandai-pandainya kita dalam menulis karya ilmiah pasti pernah melakukan kesalahan. Jadi, bagaimana kalau kita malas menulis, apakah tulisan tersebut akan bagus? saya pikir tidak. 

Para penulis buku maupun penulis yang hebat, mereka adalah orang-orang menyediakan waktu dan menulis bertahun-tahun, sehinga sehingga menghasilkan sebuah karya yang bagus. Tulisan-tulisan mereka tidak terjadi secara instan, melainkan terproses oleh waktu yang panjan serta melalui kerja keras. Jika kalian ingin menjadi penulis yang hebat, maka jangan malas untuk menulis. Karena dengan terbiasa menulis karya ilmiah, maka tulisan-tulisan kita semakin berkualitas.

Kurang percaya diri dan merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menulis karya ilmiah, menyebabkan banyak mahasiswa harus menunda dan tidak menyelesaikan skripsi atau tesis tempat pada waktunya. Hal ini sangat disayangkan sekali, karena mereka sangat mencintai kampusnya.

Satu hal yang harus dipahami, bahwa kemampuan menulis tidak datang secara tiba-tiba. Artinya bahwa, kemampuan dalam menyusun dan membuat sebuah karya ilmiah diperoleh melalui belajar dan dilakukan secara terus menerus, sehingga menjadi sebuah kebiasaan, atau menjadi sebuah hoby. 

Biasanya para penulis hebat adalah orang-orang yang memang suka menulis atau menyukai karya tulis ilmiah.

Jadi, jika ingin menyusun karya ilmiah dengan baik, maka belajarlah secara berulang-ulang. Karena dengan praktek secara langsung dan dilakukan berulang-ulang, bisa membuat kemampuan menulis kita semakin lebih baik, sistematis dan tentunya tulisan-tulisan tersebut menjadi lebih berkualitas.

Pengalaman dan jam terbang dalam menulis pasti sangat berpengaruh terhadap kualitas tulisan tersebut.

3. Buatlah judul yang mudah 

ilustrasi gambar: Membuat judul skripsi
Pexels.com/@Mikhail Nilov

Jika mengalami kesulitan dalam menyususun skripsi atau tesis, sebaiknya carilah referensi dan judul yang mudah tetapi berkualitas. Kalian juga harus memahami dan menguasai  materi tersebut, jangan membuat judul yang kalian sendiri tidak memahaminya.

 Pilihlah dosen pembimbing yang sesuai dengan judul skripsi kalian,  baik secara teoritis maupun dalam metode penelitian yang digunakan. 

Apabila penelitian sahabat secara kualitatif, maka carilah dosen pembimbing yang menguasai penelitian kualitatif.  Demikian juga sebaliknya, apabila penelitian tersebut secara kuantitaif, maka carilah dosen pembimbing yang mengusai penelitian kuantitf.

 Dengan membuat judul yang mudah dan berkualitas, setidaknya bisa membuat penyusunan skripsi atau tesis sedikit lebih mudah. 

Sebaiknya hindari membuat judul yang hanya menarik saja, sebaliknya carilah judul yang benar-benar kalian kuasai, sehingga dalam menyusun kerangka berpikir dan teori tidak terlalu sulit. Misalnya tentang konseling, pendidikan, keluarga dalan lain sebagainya. 

Buatlah skripsi atau tesis kalian sebaik mungkin serta gunakan sumber referensi yang jelas, supaya  karya ilmiah kalian benar-benar berkelas.

4. Pelajari model penulisan karya ilmiah dosen pembimbing

Ilustrasi gambar: membaca tulisan pembimbing
https://www.istockphoto.com

Jika sudah mengerjakan skripsi atau tesis dengan baik, namun  ketika dihadapan dosen pembimbing, tulisan tersebut selalu salah dan harus diperbaiki berulang-ulang, tentu hal ini sangat menjengkelkan bukan? berarti ada yang salah dengan tulisan kalian, atau konsep yang kalian buat sangat berbeda dari konsep pembimbing kalian.

Oleh sebab itu, kalian harus sering bertemu dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing, jangan membuat skripsi berdasarkan pemikiran kalian sendiri. Cobalah untuk memahami variabel X dan Y dengan baik,  dengarkan apa yang dijelaskan oleh dosen pembimbing kalian tentang judul tersebut.

Pahami dan catat setiap masukan dan penjelasan dari dosen pembimbing tentang judul tersebut. Ingat ya, jangan pernah melawan atau membantah dosen pembimbing, karena tujuan utama skripsi kalian adalah supaya bisa lulus dan wisuda. 

 Langkah selanjutnya adalah coba cek tulisan-tulisan dan  karya ilmiah dari dosen pembimbing tersebut. Pelajari bagaimana teknik penulisannya, terutama dalam menyusun kerangka berpikir dan landasan teori. 

Contohlah cara menulisnya, langkah demi langkah, sehingga bisa menolong sahabat dalam membangun sebuah teori dan kerangka berpikir serta memahami konsep dari dosen pembimbing.

Semoga setelah memahami konsep dan karya-karya ilmiah dari dosen pembimbing, maka kalian bisa menulis skripsi atau tesis dengan lebih mudah, karena bisa memahami konsep dan kerangka berpikir dari dosen pembimbing. 

Bagi kalian yang memulai atau sedang menyusun skripsi atau tesis, semoga kalian sukses ya, doaku semoga kalian bisa lulus semua dengan nilai terbaik.


Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "4 Tips Cara Menyusun Skripsi Supaya Lebih Mudah dan Tidak Stress"