Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

7 Komponen Strategi pembelajaran, Guru Wajib Tahu

7 Komponen Strategi pembelajaran. 

Pembelajaran merupakan suatu sistem intruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai sebuah tujuan. Karena merupakan suatun sistem, maka strategi pembelajaran memiliki beberapa komponen-komponen yang saling mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Ilustrasi: Guru sedang bersama anak-anak
https://www.pexels.com/@Yan Krukov

Pembelajaran juga dapat dikatakan sebagai hasil dari memori, kognisi, dan metakognisi yang berpengaruh terhadap pemaham. Hal ini yang sering terjadi didalam proses pembelajaran dan juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari, karena belajar merupakan proses alamiah dan terus terjadi sampai seumur hidup. 

Menurut Kozma, pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mefasilitasi (guru sebagai fasilitator) peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. 

Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut maka membutuhkan strategi yang jelas dan terkonsep. Maka seorang pendidik harus memahami dan menguasai bagian-bagian dari komponen strategi pembelajaran, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Guru

Ilustrasi: Guru sedang mengajar
https://www.pexels.com/@Jeshoots.com

Guru merupakan komponen utama dalam pembelajaran, sehingga guru menjadi faktor terpenting. Tanpa adanya guru, maka pelaksanaan pembelajaran tidak akan efektif.

Guru merupakan komponen utama dalam pembelajaran, sehingga komponen guru tidak dapat direkayasa atau dimanipulasi oleh komponen lain, sebaliknya guru dapat memanipulasi atau merekayasa komponen lain menjadi lebih menarik ataupun lebih bervariasi. Kesuksesan kegiatan belajar mengajar sangat bergantung kepada seorang guru.

Seorang guru harus memiliki skill serta kemampuan pedagogik dan profesionalisme yang mumpuni, karena  tugas dan tanggung jawab guru sangat berat dalam memberikan pendidikan kepada peserta didik. Dimana setiap individu memiliki keunnikan dan kemampuan yang berbeda-beda, baik karakter, perilaku, dan cara belajar. 

Sebagai komponen utama dalam kegiatan belajar mengajar, maka seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dan kompetensi dalam mengajar.  lima kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan yang terakhir adalah kompetensi spritual.

2. Peserta didik

Ilustrasi: anak-anak dialam dikelas
sumber: www.pixels.com/@Mark Fischer

Peserta didik merupakan komponen penting yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan kemampuan afektif, kognitif dan psikomotoriknya. Penting sekali untuk memahami konsep dan cara belajar dari peserta didik, supaya dalam melakukan kegiatan belajar dapat berjalan dengan tertib, kondusif dan tentunya menarik.

Kegiatan pembelajaran harus direncanakan dan dilaksanakan dengan cara yang menarik, bisa dimengerti dan diterima oleh peserta didik, meskipun mereka memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda-beda. 

Komponen ini harus dipahami dan dimengerti oleh seorang pendidik, karena keberhasilan dari kegiatan belajar mengajar sangat ditentukan oleh komponen guru dan peserta didik. Apabila salah satu komponen ini tidak maksimal, maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik dan menarik.

3. Tujuan

Tujuan merupakan harapan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut. Tujuan ini akan menjadi acuan serta landasan dalam merancang dan merumuskan sebuah model pembelajaran. Oleh sebab itu, seorang pendidik harus merumuskan tujuan dari setiap pembelajaran dengan jelas.

Kemampuan pendidik sangat berperan dalam menentukan tujuan pembelajaran, karena membutuhkan analisis serta pengamatan terhadap kebiasaan peserta didik dalam belajar.

4. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran

Bahan ajar sangat penting dalam pelaksanaaan kegiatan belajar mengajar, ini akan sangat lucu apabila ada seorang pendidik yang tidak memiliki materi pengajaran, atau hanya mengajar secara asal-asalan. 

Bahan ajar atau materi pembelajaran harus disusun dan dirancang oleh pendidik, tanpa adanya bahan ajar, maka pembelajaran tidak akan berjalan secara efektif. Jadi, jangan pernah menjadi guru pemalas "hehehe."

Saya pernah mengalami pembelajaran yang tidak menarik dan tidak efektif, dimana kegiatan belajar mengajar bersifat monoton dan tidak menarik, seorang pendidik kadang hanya memberi tugas untuk menyalin dan mencatat saja. Hal ini tentu sangat membosankan sekali bukan? Oleh sebab itu, seorang pendidik harus benar-benar memiliki dan menguasai kemampuan pedagogik serta kemampuan profesional.

Kegiatan pembelajaran harus dirancang dan dibuat dengan optimal. Suasana dan prasarana pembelajaran harus mendukung, supaya kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung aman, tertib, serta kondusif. 

Seorang pendidik harus membuat dan menyusun kegiatan pembelajaran dari awal, pertengahan hingga penutup dengan model dan teknik yang yang menarik. Misalnya, pertama-tama pendidik harus memikirkan apa saja yang akan dilakukan dalam dua jam pertemuan tersebut. 

Dengan menentukan rancangan serta konsep yang jelas, maka ketika pelaksanaan pembelajaran dimulai, kegiatan pembelajaran akan lebih baik, maksimal dan tentunya bisa membuat peserta didik betah dalam mengikuti pembelajaran tersebut.

5. Metode dan alat pembelajaran

Metode adalah cara yang digunakan oleh pendidik untuk mencapai sasaran dari pembelajaran tersebut. Banyak sekali bentuk dan model dari metode-metode pembelajaran. 

Pendidik dapat memilih metode mana yang lebih tepat untuk digunakan, yang pastinya sesuai dengan kondisi peserta didik dan juga materi pembelajarannya. Selain metode, pendidik juga membutuhkan alat pembelajaran sebagai penunjang untuk mencapai pembelajaran yang kreatif dan menarik.

Alat pembelajaran bisa berupa Laptop, LCD, Spidol, atau alat peraga yang sudah dibuat, sehingga alat tersebut bisa membantu untuk menjelaskan, mendemostrasikan dari materi-materi pembelajaran yang sudah ditentukan.

6. Sumber pembelajaran

Sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai rujukan dimana bahan pembelajaran tersebut diperoleh. Sumber ini bisa berasal dari masyarakat, berita, media sosial, manusia, buku, jurnal, lingkungan dan lain sebagainya.

Sumber pembelajaran sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, supaya bisa memberikan wawasan dan pengetahuan yang luas kepada peserta didik sesuai dengan deksripsi dari mata pembelajarannya.

Ingatlah untuk selalu menuliskan sumber atau rujukan yang dipakai dalam pembelajaran, supaya kita tidak mengambil dan menggunakan karya orang lain dengan sembarangan, apalagi karya-karya yang memiliki hak cipta.

7. Evaluasi pembelajaran.

Komponen evaluasi merupakan komponen yang paling akhir dalam strategi pembelajaran. Komponen ini berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirancang dan ditetapkan sudah tercapai atau belum.

Evaluasi pembelajaran juga berfungsi sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah ditetapkan. Ini berarti, seorang pendidik harus selalu memberikan evaluasi terhadap pembelajaran yang sudah dilakukan.

Demikianlah ulasan dan pembahasan mengenai memahami komponen pembelajaran, semoga saja dapat bermanfaat dan membantu kalian semua, selamat mengajar dan menjadi guru yang baik.


Sumber Referensi:

Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.

Suyadi, Strategi Pembelajaran Karakter, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015.

Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, Yogyakarta: Aswaja Presindo, 2016.


Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "7 Komponen Strategi pembelajaran, Guru Wajib Tahu"