Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bentuk-bentuk Kenakalan Anak Remaja Masa Kini dan Cara Mengatasinya

 Kenakalan Anak Remaja Masa Kini dan Cara menanganinya

Salam sehat untuk para orang tua yang sedang berjuang untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Bagi anak-anak, hormatilah ayah dan ibu mu, supaya setiap langkah hidupmu menjadi berhasil.

Kenakalan anak remaja
sumber: https://disperkimta.bulelengkab.go.id

Kita tahu sekarang, bahwa perkembangan dunia pendidikan dan teknologi sangat membawa dampak yang besar terhadap perkembangan psikologis dan dunia anak remaja. 

Pada zaman dahulu, anak-anak biasanya nongkrong dan berkumpul untuk bermain kelereng, atau bermain permainan sederhana yang lain. Sedangkan sekarang, anak-anak remaja berkumpul biasanya berkumpul utuk belajar, tetapi ada juga berkumpul untuk bermain game, merokok bersama atau mabok bersama. 

Dunia sudah berubah dengan cepat, pada zaman dahulu seorang anak sangat menghormati orang tua, bahkan tidak berani sedikitpun membantah orang tua, tetapi sekarang, membantah orang tua sudah menjadi kebiasaan  anak-anak saat ini.

Perubahan-perubahan perilaku serta sikap yang kurang homat terhadap orang tua tentu memiliki banyak penyebab, hal ini menjadi pion penting bagi orang tua untuk mengintrofeksi diri dan kembali berpikir untuk memberikan teladan dan pendidikan yang baik kepada anak-anak.

Banyak sekali bentuk-bentuk kenakalan anak remaja masa seiring dengan masa pertumbuhannya, baik pertumbuhan secara psikologis dan fisiologis secara yang terjadi alamiah. 

Dalam fase pertumbuhannnya, biasanya banyak sekali kenakalan-kenakalan-kenakalan dari anak-anak remaja, diantaranya adalah sebagai berikut:

Banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya

dunia anak remaja
sumber: https://www.psychologymania.com

Untuk para orang tua mungkin sering menemui anak-anaknya selalu mengutamakan bermain dengan teman-teman sebayanya, dari pada melakukan perintah mereka untuk membersihkan rumah, atau mengabaikan perintah orang tuanya demi "mabar" bersama teman-temannya.

Jangan terlalu khwatir ya, karena bagi anak-anak, bertemu dengan teman-temannya adalah hal yang paling menyenangkan sekali, mereka mendapat dukungan, kepercayaan serta kebersamaan. 

Jiwa mereka seakan-akan menyatu menjadi suatu kesatuan sehingga memiliki kepedulian yang tinggi antara yang satu dengan yang lainnya. Secara psikologis ini tidak salah, karena mereka sedang bertumbuh dari anak-anak menuju dewasa. 

Dalam dunia pendidikan, fase ini sering disebut dengan belajar berinteraksi, belajar mengamati, dan belajar untuk untuk menyimpulkan. Mereka saling mengenal dan ingin mendapatkan sebuah kepercayaan, karena dengan kepercayaan inilah yang nantinya akan membentuk jati diri mereka yang sebenarnya.

Menghabiskan waktu bersama teman-temnya sebenarnya bukanlah hal yang negatif, karena itulah dunia mereka, orang tua hanya perlu untuk memberikan kepercayaan dan waktu serta kedisiplinan terhadap mereka. Dengan  demikian, mereka dapat membagi waktu secara mandiri, mana waktu untuk belajar dan mana waktu untuk bermain.

Orang tua juga perlu menanamkan sikap dan nilai-nilai religius untuk meletakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian dan karakter mereka. 

Nilai-nilai religius ini bisa menjadi tameng ketika ada pengaruh-pengaruh buruk dari pergaulan teman-teman sebayanya maupun dari pengaruh lingkungan setempat.

Memahami dunia anak-anak sangat penting sekali bagi orang tua, supaya pendidikan yang diberikan dapat menyesuaikan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara psikologis maupun fisiologis.

Merokok

Merokok sebenarnya bukan perilaku yang melanggar etika atau perilaku yang menyimpang, namun dalam budaya masyarakat kita, anak-anak remaja yang sudah merongkok sering diasumsikan sebagai anak-anak nakal atau anak-anak tidak terdidik dengan baik.

Kenakalan anak remaja
sumber: https://bontangpost.id/

Hal ini sudah terjadi sejak dulu, sehingga asumsi tersebut melekat dalam hati dan pikiran masyarakat, karena selalu didengungkan selama berpuluh-puluh tahun hingga akhirnya menjadi sebuah kebenaran.

Akhirnya, jika hari ini kita melihat anak-anak remaja yang merokok, kita beranggapan bahwa anak-anak tersebut adalah anak-anak nakal yang tidak didik dengan baik. Bahkan ada orang tua yang melihat anaknya merokok, ada yang langsung memukulnya.

Jadi, mari bersama-sama kita memiliki pendapat yang sama, bahwa anak-anak remaja yang sudah merokok adalah anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang baik, sebaiknya jangan menyebut mereka anak-anak nakal, karena belum tentu mereka merugikan orang lain.

Jika anak-anak remaja tidak mendapatkan pendidikan yang baik, lalu siapakah yang salah dalam hal ini? pertama-pertama perlu dipahami jika faktor lingkungan dan teman-teman sebaya sangat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap sikap dan perilaku anak-anak kita.

Kebanyakan kebiasaan merokok anak-anak remaja disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua, mereka sibuk bekerja dan melakukan segala aktifitas sehari-hari, sehingga tidak memperhatikan anak-anaknya. Orang tua juga tidak memberikan pendidikan tentang bahaya dan penyakit yang bisa ditimbulkan akibat merokok.

Jadi, selain memberikan pendidikan dirumah, teladan hidup dari kedua orang tua sangat  penting sekali bagi anak-anak, jika anak kalian tidak boleh merokok, seharusnya orang tua juga jangan merokok.

Minum-minuman keras

Minuman keras yang mengandung alkohol memang menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat indonesia. Di Indonesia sendiri ada minuman alkohol produksi pabrikan dan ada juga minuman keras tradisional.

Kenakalan anak remaja
sumber: https://radarkediri.jawapos.com

 Minuman tradisional yang mengandung alkohol mungkin ada banyak, namun yang umum diketahui masyarakat biasanya adalah seperti "tuak" atau minuman beralkohol hasil dari penyulingan.

Anak-anak remaja yang sudah mengonsumsi minuman keras biasanya terpengaruh oleh budaya setempat, lingkungan tempat tinggal maupun karena faktor dari pergaulan. 

Minum minuman beralkohol biasanya sering disalahgunakan oleh anak-anak muda, mereka minum sampai mabuk dan sering membuat keonaran yang merugikan orang lain, sehingga masyarakat  banyak mengasumsikan sebagai "anak-anak nakal" dan dipandang sebagai perilaku yang negatif oleh sebagian besar masyarakat.

Banyaknya orang-orang yang mabuk alkohol dan melakukan tindak kejahatan, fakta ini semakin membenarkan sebuah asumsi jika orang-orang yang minum alkohol adalah "orang-orang nakal." Saya sendiri tidak sependapat dengan istilah tersebut, namun mari kita lupakan karena hal itu bukan bagian yang terpenting dalam pembahasan ini.

Kenakalan anak-anak remaja yang selanjutnya adalah minum minuman beralkohol.  Minuman beralkohol seharusnya tidak dikonsumsi oleh anak-anak, hal ini sangat memberikan pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan tubuh dan psikisnya.

Meskipun sudah banyak larangan penjualan minuman beralkohol, namun barang tersebut masih sangat mudah ditemukan dan dijual bebas, sehingga anak-anak remaja bisa bebas untuk membelinya. Hal ini sangat miris sekali, seharusnya anak-anak tersebut fokus untuk belajar namun justru mabok dengan minuman keras.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi orang untuk memberikan pengawasan dan memantau pergaulan anak-anaknya, supaya mereka terjerumus dalam pergaulan bebas yang menyebabkan hancurnya harapan dan masa depan mereka.

Menjadi Gangstrer dan tawuran

Sering kita jumpai berita tentang Gangster dan tawuran pelajar di sosial media, kebanyakan dari pelaku masih pelajar dan usia remaja.

Misalnya kasus yang terjadi di Teluk Naga, Tanggerang, dimana 10 anak remaja yang mengaku Gangster "Teluk Naga Indenpenden" ditangkap oleh polisi karena melakukan tawuran.

Selain itu, Polisi juga menangkap remaja yang hendak melakukan tawuran di lapangan Guyengan Bantul pada hari minggu 10 April 2022. Dilansir dari https://bacajogja.id "polisi mengamankan empat senjata berupa celurit dan pedang, mereka berencana akan melakukan tawuran pada hari senin 11 April 2022 dini hari.

Persoalan-persoalan diatas menunjukkan bahwa dunia anak remaja sekarang cukup memprihatinkan. Anak-anak yang masih dibangku sekolah justru melakukan tindakan-tindakan kriminal dengan melukai atau membunuh dengan kejam. Apa yang terjadi dengan mereka? 

Pertumbuhan anak remaja menuju kedewasaan kadang banyak menimbulkan masalah apabila tidak mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang benar. Perjalanan mencari jati diri seringkali menemukan jalan yang salah. 

Penting sekali untuk memahami dunia anak remaja; sikap kritis, ingin dihargai, ingin didengarkan merupakan tahap-tahap perkembangan psikologis yang harus didampingi dan didik dengan benar. Apabila salah mendidik, maka mereka bukan menjadi taat, tetapi akan memberontak dan melawan orang tua sendiri.

Jadi, orang tua harus memulai memahami dunia anak remaja, pahamilah dan belajarlah tentang tahap-tahap perkembangan psikologis anak, supaya dalam mendidik, mengajar atau memberikan hukuman selalu memperhatikan dampak dan akibatnya terhadap perkembangan psikis mereka.

Semoga penjelasan singkat ini, dapat menolong dan membantu para orang tua untuk lebih waspada dan hati-hati dalam memberikan pendidikan, pengawasan dan hukuman kepada anak-anak.







Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Bentuk-bentuk Kenakalan Anak Remaja Masa Kini dan Cara Mengatasinya"