Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dampak Penggunaan Gadget Bagi Anak-Anak, Bagaimana respon orang tua?

 Penggunaan gadget bagi anak-anak

Banyaknya pengguna gadget dimasyarakat menjadi suatu trend tersendiri, harganya yang relatif murah menyebabkan semua orang dapat membelinya dengan mudah. Apabila tidak memiliki gadget maka sepertinya kalian adalah orang- yang paling "jadul hehehe" alias ketinggalan zaman. 


anak-anak bermain gadget
sumber www.pexels.com

Komunikasi manusia akan semakin mudah meskipun terbentang jarak dan waktu yang jauh dengan adanya gadget, diantaranya adalah smartphone seperti iphone, android, dan notebook.

Teknologi komunikasi yang semakin maju sehingga memaksa kita untuk menggunakan teknologi tersebut, karena begitu penting dalam kehidupan manusia. 

Misalnya sekarang, dimulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga kakek-nenek juga sudah menggunakan smartphone, karena sangat memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dan melakukan jejaring sosial.

Menggunakan gadget adalah kebutuhan utama, tanpa gadget saya pikir itu sangat tidak mungkin. Jika  penggunaan gadget sangat penting bagi orang dewasa, lalu bagaimana dengan anak-anak yang seharusnya belajar disekolah?

Apakah memberikan gadget kepada anak-anak tanpa pengawasan dari orang tua itu baik? bagaimana jika digunakan dengan bebas oleh anak ? Apakah anak-anak bisa bertanggung jawab dalam menggunakan gadget tanpa pengawasan dari orang tua?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tentu menjadi pertanyaan dan persoalan bagi orang tua, apakah baik memberikan gadget kepada anak-anak tanpa memberikan pengawasan? 

Hal ini kembali kepada persepsi dari orang tua masing-masing, karena ada orang tua yang membatasi penggunaan gadget bagi anaknya, tetapi ada orang tua yang membiarkan anak-anak menggunakan gadget dengan bebas.

Dampak penggunaan Gadget bagi anak-anak

Pernahkan kalian mengalami atau menjumpai seorang anak yang pura-pura tidak mendengar ketika dipanggil orang tuanya, karena asyik bermain handphone? ada juga yang disuruh oleh orang tuanya tetapi tidak mau, karena sedang bermain game dengan teman-temannya.


sumber https://sd.alharaki.sch.id

Bahkan ada beberapa kasus seorang anak top up game online dengan menghabiskan uang jutaan rupiah, sehingga menyebabkan orang tuanya marah, ada juga berita dimedia sosial orang tua yang marah-marah karena anaknya top up game online di  mini market menghabiskan uang ratusan ribu.

Penggunaan gadget tentu saja memberikan dampak yang signifikan kepada anak-anak, baik dampak secara langsung maupun tidak langsung. 

Dampak secara langsung  penggunaan gadget bagi anak-anak dalam kegiatan belajar, diantaranya adalah sebagai berikut:

Memudahkan kegiatan belajar

Kegiatan belajar mengajar ditengah pandemi covid tentu tidak mudah. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara luring lalu berpindah dengan pembelajaran secara daring. 

Dalam hal anak-anak harus siap  menggunakan gadget terutama smartphone untuk kegiatan pembelajaran

Selain itu, materi pelajaran dan tugas-tugas juga diakses secara online, tanpa menggunakan gadget, maka anak-anak tidak bisa mengikuti pembelajaran. 

Secara langsung, tentu saja pengunaan gadget sangat memberikan dampak yang positif bagi anak-anak untuk memudahkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

Memudahkan mengerjakan tugas

Selain memudahkan kegiatan pembelajaran, penggunaan gadget juga memudahkan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. 

Biasanya anak-anak harus mengakses video-video pembelajaran yang dibuat oleh guru, terutama penjelasan materi. Jadi, untuk mengerjakan tugas-tugas seorang anak harus menonton video penjelasan guru tentang materi tersebut.

Selain itu, anak-anak juga dapat menggunakan google atau aplikasi-aplikasi pembelajaran yang bisa membantu untuk belajar, misalnya aplikasi ruang guru. 

Setelah tugas-tugas dikerjakan, anak-anak juga harus mengumpulkan tugas-tugas tersebut dengan menggunakan smartphone. 

Dalam pembelajaran, penggunaan gadget sangat menolong dan membantu anak-anak dalam melakukan aktifitas pembelajaran.

Komunikasi dengan guru lebih mudah

Dengan menggunakan gadget, setiap pembelajaran atau penjelasan materi yang belum dimengerti oleh anak-anak, mereka dapat langsung menanyakannya kepada guru, terutama jika mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas.

Selain itu, penggunaan gadget juga memudahkan orang tua untuk berkomukasi dengan anak-anak, misalnya orang masih bekerja, maka bisa chatting atau menelpon anak secara langsung. Dengan adanya gadget komunikasi jauh lebih mudah.

Dampak secara tidak langsung  pengunaan gadget bagi anak-anak terutama dalam kegiatan belajar, diantaranya adalah sebagai berikut:

Anak-anak suka menonton video

Dengan adanya gadget, anak-anak bisa mengakses internet dengan mudah. Hal ini bisa memberikan dampak yang kurang baik kepada anak-anak, apabila video yang ditonton adalah video-video untuk orang dewasa.

Misalnya, anak-anak suka menirukan adegan video yang berbahaya, seperti menangkap ular, bermain gulat, atau video tentang kekerasan. 

Seharusnya video tersebut bukan untuk anak-anak, namun karena mereka memiliki gadget, mereka bisa mengakses video di youtube dengan mudah.

Selain itu, gambar dan video yang ditampilkan di youtube dan dimedia sosial juga kadang banyak yang kurang tempat untuk anak-anak. 

Jika seorang anak bebas menggunakan gadget tanpa pengawasan dari orang tua, maka akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan psikologs dan karakter mereka.

Kurang berinteraksi dengan orang lain

Penggunaan gadget tanpa batas tentu memberikan dampak yang tidak baik bagi anak, terutama bagi hubungan sosial mereka. 

Sebagai makhluk sosial, seharunya anak-anak belajar dan membangun interaksi sosial dengan sesama mereka, baik teman sebaya maupun orang-orang dilingkungan sekitar mereka. Supaya tidak menjadi anak yang "kuper" atau hanya memiliki teman di media sosial saja.

Hal ini sangat penting bagi kehidupan anak-anak kelak, apabila mereka tidak belajar berinteraksi sejak dini, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang pendiam, cuek,  tidak peduli dan kurang menghargai orang lain.

Kecanduan game online

Bermain game online memang sudah menjadi trend dan populer dikalangan anak-anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Selain menghilangkan stress, bermain game juga bisa menjadi jejaring sosial, dimana kita bisa menemukan banyak teman.

Selain itu, bermain game online sekarang bisa menghasilkan banyak uang dan membuat para pemainnya menjadi terkenal. Dimana beberapa game mobile sudah  menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat asia maupun dunia.

Meskipun bermain game bisa menghasilkan banyak uang, namun banyak anak-anak yang kecanduan bermain game dan menjadi malas dalam belajar. Mereka lebih suka "nongkrong" dan bermain game bersama teman-teman mereka.

Ketika bermain game, anak-anak juga akan melakukan top up, supaya mendapatkan skin atau karakter tertentu atau karakter epic. Top up juga dapat mempercepat naik level, jadi tidak heran apabila anak-anak sekolah selalu meminta uang jajan tambahan kepada orang tuanya.

Apabila tidak mempunyai uang, maka anak-anak bisa saja mencuri atau mengambil uang orang tuanya, atau uang jajannya untuk digunakan top up game online. 

Sehingga beberapa kasus yang viral dimedia sosial, ada seorang anak yang top up game online diam-diam dan menghabiskan uang orang tuanya hingga jutaan rupiah.

Oleh sebab itu, kecanduan game online bisa berakibat buruk terhadap sikap dan karakter anak-anak, karena mereka masih belum bisa bertanggung jawab.

Orang tua perlu berhati-hati, apabila memberikan gadget dengan bebas kepada anak-anak, ada baiknya selalu memberikan pengawasan dan tanggung jawab.

Semoga artikel ini bisa membantu dan memberi edukasi kepada para orang tua dalam menangani penggunaan gadget bagi anak-anak, supaya anak-anak fokus belajar dan menggunakan gadget dengan bertanggung jawab.























Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Dampak Penggunaan Gadget Bagi Anak-Anak, Bagaimana respon orang tua?"