Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Keluarga Sebagai Tempat Pendidikan Yang Pertama dan Utama Bagi Anak

Keluarga sebagai tempat pendidikan

Keluarga memiliki peranan yang penting dalam pendidikan anak. Menurut Elisabeth dan Hasugian keluarga adalah lembaga pertama yang dilegitimasi oleh Allah untuk menjadi sarana dan alat Tuhan dalam menyatakan karya-karya didalam dunia.


menggandeng anak berjalan
www.pexels.com/@Vidal Balielo Jr

Sebelum ada pemerintahan, Allah terlebih dahulu menetapkan pernikahan dan membentuk sebuah keluarga.

Setelah itu, Allah memberkati manusia dan memberikan perintah untuk beranak-cucu dan memenuhi bumi. 

Disinilah tanggung jawab yang besar mulai Tuhan berikan kepada keluarga pertama yaitu keluarga Adam dan Hawa. Melalui mereka, Allah akan membuat bumi penuh dengan keturunan-keturunan mereka, dan melahirkan bangsa-bangsa yang besar di muka bumi.

Dari sini kita dapat mempelajari bahwa terbentuknya sebuah keluarga abukan karena kebetulan, melainkan sudah dirancang oleh Allah sendiri. Keluarga ini akan bertanggung jawab penuh kepada Allah atas semua yang dilakukan, terutama dalam memberikan pendidikan kepada anak.

Keluarga sebagai tempat belajar

Berdiri didermaga saat matahari terbit
www.pexels.com/@Pixabay

Para ahli psikologi dan pendidikan anak pada umumnya berpendapat bahwa lingkungan keluarga asal adalah agen yang paling penting dalam mempengaruhi pembentukan watak, iman dan tata nilai atau moral. 

Pada dasarnya cara hidup orang tua sangat memberikan pengaruh dalam membentuk kepribadian anak, karena kepribadiannya dibangun diatas dasar interaksi tersebut.

Masih ingatkah kalian dengan pepatah yang mengatakan, "buah tidak jauh dari pohonnya," meskipun tidak sepenuhnya dipercaya kebenarannya, namun istilah ini dapat memberikan gambaran bahwa keluarga memberikan pengaruh yang besar bagi pendidikan anak, terutama anak-anak di usia dini. 

Tanggung jawab orang tua semakin hari semakin berat, hal ini dikarenakan anak yang diasuh dan dididik selalu mengalami pertumbuhan, yaitu dari lahir, bayi, anak-anak, remaja dan akhirnya menjadi dewasa. Orang tua yang sudah "matang" dalam berkeluarga harus siap memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya. 

Penting sekali untuk memberikan pendidikan yang baik kepada mereka. Apabila anak-anak tersebut tidak dididik dengan kasih sayang dan kelembutan, maka ia akan tumbuh dengan penuh percaya diri dan memiliki kepedulian terhadap orang lain. 

Apabila anak-anak tersebut didik dengan kekerasan, maka ia akan tumbuh dengan tidak memiliki kepercayaan diri dan akan emosional. Apabila dari kecil anak-anak diajar untuk mencuri dan menyakiti orang lain, maka ia akan tumbuh dewasa menjadi orang yang jahat, yang tidak peduli dengan orang lain.

Demikianlah bagaimana peran keluarga dalam pendidikan anak, keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak. Bagaimana kepribadian dan perilaku anak sangat dipengaruhi oleh keluarganya.

Keluarga sebagai tempat untuk menanamkan nilai-nilai spiritual

Keluarga adalah wakil Allah didalam dunia untuk mengajar dan mendidik anak, meskipun keluarga bukan satu-satunya tempat sebagai pembentukan kepribadian anak, karena masih ada faktor-faktor lain.


Anak memegang tangan Ayah
www.pexels.com/@Pixabay

Namun keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai rohani yang baik, yaitu bagaimana  mereka harus bersikap dan bertutur  kata yang sopan kepada orang tua, bagaimana sikap dan perilaku mereka harus sesuai dengan nilai-nilai agama.

Penting sekali bagi orang tua untuk memiliki wawasan dan pengetahuan tentang pendidikan anak, supaya dapat mengasuh, membesarkan dan mendidik anak dengan benar. 

Tanpa pendidikan dan pendampingan dari orang tua, maka anak-anak bisa saja mendapatkan pembelajaran dan pengaruh dari lingkungan, teman bermain dan lain sebagainya yang belum tentu pembelajaran tersebut adalah baik.

Pendidikan bukan hanya mencerdaskan dan membuat anak menjadi terampil tetapi juga membuat anak menjadi manusia yang bertanggung jawab, bermoral dan beretika. 

Pendidikan anak sejak dini berarti mempersiapkan mereka supaya memiliki karakter dan kepribadian yang baik supaya bisa hidup dan beradaptasi sesuai dengan tuntutan zaman di masa depan. 

Orang tua sebagai wakil Allah yang dipercaya untuk mendidik dan mengajar anak-anaknya tidak boleh memberikan atau menyerahkan pendidikan anak kepada orang lain, atau menitipkan kepada nenek atau keluarganya. Karena pendidikan anak adalah tugas dan tanggung jawab dari orang tua itu sendiri.

Keluarga yang gagal dalam mendidik anak-anaknya

Jika keluarga disebut sebagai tempat pendidikan bagi anak, lalu bagaimana dengan para orang tua yang tidak bisa menjadi panutan dan teladan bagi anak-anaknya? 

Bagaimana dengan keluarga yang tidak mendidik anak-anak dengan baik? Biasanya keluarga-keluarga yang bercerai atau keluarga yang broken home tidak mendidik anak-anak mereka dengan baik. Ironi sekali hal ini, namun hal ini selalu ada sampai hari ini. 

 Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua, baik sebagai seorang anak, sebagai guru, sebagai pendidik, sebagai orang tua bahkan sebagai tokoh agama. 

Persoalan ini sangat sulit sekali untuk diselesaikan, meskipun banyak sekali pihak-pihak yang terus berjuang untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini. 

Di dalam pernikahan, seharunya pasangan yang sudah siap untuk menikah seharusnya sudah memiliki tujuan dan benar-benar memiliki kedewasaan, bertanggung jawab dan memiliki komitmen dalam mengikat janji pernikahannya. 

Bahkan dalam pernikahan agama, mereka harus dibekali dengan pendidikan pra-nikah yang benar, supaya mereka dapat menjadi keluarga yang bertanggung jawab

Ini adalah satu cara untuk memberikan pemahaman dan pendidikan bagi calon-calon keluarga baru, supaya mereka memiliki kesiapan dalam membangun bahtera rumah tangganya dengan penuh tanggung jawab.

 Dan saya meyakini bahwa dalam pernikahan di agama-agama yang ada di indonesia juga memiliki tujuan yang sama, yaitu supaya pernikahan-pernikahan keluarga baru dapat menjadi keluarga-keluarga yang baik, keluarga yang langgeng, dan keluarga-keluarga yang bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya.


Referensi:

Singgih dan Yulia D. Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011).

Sidjabat, Membesarkan Anak Secara Kreatif, (Yogyakarta: ANDI, 2008).

Marjorie L. Thompson, Keluarga Sebagai Pusat Pembentukan, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011).

Iswarahadi, Renungan di Kala Senja, (Yogyakarta: Kanisius, 2007).




Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Keluarga Sebagai Tempat Pendidikan Yang Pertama dan Utama Bagi Anak"