Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Keunggulan dan kelemahan pembelajaran cooperative learning

Keunggulan dan kelemahan pembelajaran cooperative learning


Banyak sekali model pembelajaran yang bagus yang dapat diterapkan pada proses pelajaran di dalam kelas. 

Strategi dan model pembelajaran ini berguna dan menunjang terlaksananya kegiatan belajar mengajar antara seorang guru dan peserta didik. Dengan adanya model pembelajaran seorang guru dapat menyusun dan menyiapkan pembelajaran yang efektif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.


Cooperative learning
https://www.researchgate.net/

Meskipun penggunaan strategi dan model pembelajaran sangat penting, dalam prakteknya setiap strategi selalu ada keunggulan dan kekurangannya. Oleh sebab itu, seorang guru harus mempelajari strategi tersebut agar sesuai dengan keadaan peserta didik.


belajar  kelompok
https://medium.com

Model pembelajaran cooperative learning bermuatan karakter adalah strategi pembelajaran kelompok yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini peserta didik dilatih untuk berinteraksi, meningkatkan rasa ingin tahu, kerjasama dan saling menghargai dan mengembakan skill dari masing-masing individu.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, tugas, bertanggung jawab, serta bekerjasama untuk menyelesaikan tugas kelompok mereka.

Meskipun strategi ini sangat efektif, tetapi dalam pelaksanaannya didalam kelas, strategi ini memiliki keunggulan dan juga kelemahan.

Berikut ini beberapa keunggulan dan kelemahan dari  pembelajaran cooperative learning bermuatan karakter.

Keunggulan Cooperatif Learning bermuatan karakter.

Melalui pembelajaran cooperative learning bermuatan karakter, materi yang dipelajari peserta didik tidak lagi tergantung sepenuhnya pada guru, melainkan pembelajaran berpusat kepada peserta didik. Dengan pembelajaran ini, peserta didik dapat menambah kepercayaan dan kemampuan berpikir sendiri (mandiri), menggali informasi dari berbagai sumber ( rasa ingin tahu) serta belajar dari peserta didik yang lain.

Dalam pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter, ide atau gagasan peserta didik dapat dikembangkan dengan kata-kata secara verbal untuk membandingkan dengan ide-ide orang lain. Dalam hal ini, peserta didik dapat belajar dari teman kelompok atau orang lain.

Pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter membantu serta melatih peserta didik untuk respek dan peduli terhadap orang lain, menyadari akan segala keterbatasannya, serta menerima segala perbedaan ( toleransi), baik dalam satu kelompok,  maupun  terhadap orang  lain.

Pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter dapat membantu setiap peserta didik untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar mandiri maupun kelompok. Mereka dilatih untuk bekerjasama, disiplin dan bertanggung jawab.

Pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan peserta didik yang lain, mengembangkan keterampilan me-manage waktu dan sikap positif terhadap sekolah.

Pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter dapat mengembangkan kemampuan peserta didik untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri dengan cara menerima umpan balik. Peserta didik dapat mempraktikkan pemecahan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab bersama.

Pembelajaran Creative learning bermuatan karakter dapat meningkatkan kemampuan peserta didik menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata atau konkret.

Pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter dapat mengkondisikan interaksi guru-murid maupun sesama murid selama proses pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir lebih keras, hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.

Kelemahan strategi Cooperative Learning bermuatan karakter.

Dalam praktiknya model pembelajaran Cooperative Learning bermuatan karakter terdapat kelemahan, khususnya ketika proses belajar bersama, dimana dalam kelompok terdiri peserta didik yang cerdas dan yang kurang cerdas. 

Ada kesan bahwa peserta didik yang dianggap kurang cerdas, hanya menghambat penyelesaian tugas. Padahal filosofi coperatif learning adalah berprestasi bersama, bukan sekedar menyelesaikan tugas individual Semata. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan kesadaran filosofi mengenai Cooperative Learning, sebelum strategi ini  digunakan.

Mengingat syarat utama cooperative Learning adalah adanya saling membelajarkan, ini secara tidak langsung menuntut peer teaching yang efektif. Jika tuntutan ini tidak terpenuhi, maka target pencapaian pembelajaran akan menjadi sulit dicapai.

Keberhasilan cooperative learning dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang, sehingga jika cooperative learning hanya diterapkan 1 atau2 tatap muka, maka tidak akan membekali peserta didik untuk berinteraksi secara intensif dalam belajar kelompok.

Cooperative learning bertumpu pada belajar kelompok, maka terdapat kemungkinan belajar mandiri menjadi lemah. Oleh karena itu, selain peserta didik belajar bersama, yang ideal adalah belajar bagaimana membangun kepercayaan diri dalam belajar mandiri.

Demikianlah berapa ulasan tentang keunggulan dan kelemahan dari strategi pembelajaran cooperative learning bermuatan karakter. 

Dengan melihat keunggulan dan kelemahan model pembelajaran ini, maka guru dapat menganalisis,  merencanakan,  dan menyusun pembelajaran yang jauh lebih efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat lebih maksimal.

Seorang guru juga dapat mengembangkan model pembelajaran ini, sehingga dapat diterapkan dengan berbagai kemampuan individual dalam kelompok pembelajaran.

Diusahakan supaya ketika membentuk kelompok pembelajaran, yaitu sekitar 4 sampai 6 anggota dalam satu kelompok, peserta didik terlebih dahulu diajarkan untuk bisa saling bekerjasama, saling mengharga dan saling menghormati, karena peserta didik yang memiliki kemampuan terbatas biasanya  tidak akan hargai.


Referensi:

Suyadi, Strategi pembelajaran Pendidikan karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2015).

Miftahul Huda, model-model Pengajaran dan Pembelajaran,(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2019).

Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2011).



Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Keunggulan dan kelemahan pembelajaran cooperative learning"