Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Memahami Konsep Pendidikan karakter Berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas)

Pendidikan karakter berdasarkan kemendiknas melalui badan penelitian dan pengembangan pusat kurikulum kementerian pendidikan nasional 

Karakter merupan wujud dari kepribadian seseorang yang dapat dilihat dan diamati dari sikap dan perilaku seseorang. 


pendidkan karakter
sumber https://siedoo.com/

Banyak sekali berita-berita dari media sosial yang memperlihatkan dan mempertontonkan sikap dan perilaku seseorang yang tidak memiliki karakter yang baik. Selain itu, banyaknya juga perilaku-perilaku serta tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau sebagian masyarakat yang menunjukkan miskinnya nilai-nilai karakter dalam diri kita.

Misalnya, kasus pengeroyokan Ade Armando yang ternyata banyak dilakukan oleh orang-orang terpelajar baik secara intelektual atau secara  agama. Selain itu, kasus kenakalan anak remaja yang meningkat juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter di negeri ini begitu sangat lemah.

Dengan demikian, membangun dan menyuarakan kembali pentingnya pendidikan karakter disekolah maupun didalam rumah adalah kesempatan yang tepat. Dengan memperlengkapi anak-anak dengan nilai-nilai karakter yang baik dapat menjadikan mereka anak-anaknya yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia.

Karakter menjadi poin penting bagi seseorang dalam melakukan segala sesuatu, misalnya dalam melamar pekerjaan, dalam bergaul, dalam berbicara dan lain sebagainya. 

Pendidikan karakter sangat penting sekali bagi peserta didik, maka pemerintah melalui Kemendiknas merumuskan, merancang serta melalukan penelitian kurikulum, dengan harapan jika nantinya kurikulim tersebut diterapkan di sekolah, maka dapat menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.

Konsep pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran agar peserta didik dapat bertumbuh secara mandiri, bertanggung jawab, memiliki budi pekerti yang baik, memiliki sopan santun, serta memiliki tabiat atau akhlak yang baik.


Pentingnya pendidikan karakter
sumber https://mediaindonesia.com

Ini adalah konsep dan tujuan dari pendidikan karakter, supaya anak-anak muda sebagai generasi emas dan penerus bangsa dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur serta tata krama budaya bangsa dengan baik.

Dari konsep pendidikan dan karakter sebagaimana disebutkan, Ahmad Amin mengemukakan bahwa kehendak (niat) merupakan awal terjadinya kuat (karakter) pada diri seseorang jika kehendak itu diwujudkan dalam bentuk pembiasaan sikap dan perilaku.

Istilah pendidikan karakter mulai dikenalkan sejak tahun 1900an oleh thomas lickona. Terutama ketika ia menulis buku yang berjudul the return of karakter education, kemudian disusul buku berikutnya, yakni educating for character. 

Menurut  Lickona, pendidikan karakter mencakup tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan             (knowing the good), mencintai kebaikan (desiring the good),  dan melakukan kebaikan ( going the good).

Berbeda dengan Priye, Dono Baswardono menyatakan bahwa nilai-nilai karakter ada dua macam, yakni nilai-nilai karakter inti dan nilai-nilai karakter turunan. 

Nilai-nilai karakter inti bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman tanpa ada perubahan, sedangkan nilai-nilai karakter turunan sifatnya lebih fleksibel sesuai dengan konteks budaya lokal.

Contoh; nilai karakter jujur adalah salah satu nilai karakter yang tetap berlaku sepanjang zaman. Dalam prakteknya, nilai karakter dapat berubah-ubah. 

Salah satu contohnya adalah pendidikan antikorupsi atau kantin kejujuran. Hal ini merupakan keturunan dari salah satu nilai karakter, yakni jujur. Jadi, tiduran itu sendiri bukan pada anti korupsi foto kantin kejujuran.

Nilai-nilai karakter


sumber http://majalah1000guru.net/

Kementerian pendidikan nasional telah merumuskan 18 nilai karakter yang akan ditanamkan mandiri kepada para peserta didik peserta didik sebagaimana upaya membangun karakter bangsa. Mungkin nilai-nilai ini akan berbeda dengan kementerian kementerian lain yang juga menaruh perhatian terhadap karakter bangsa. 

Perjelas nilai karakter telah disesuaikan dengan kaidah-kaidah ilmu pendidikan secara umum, sehingga lebih implementasi dalam praktis pendidikan, baik di sekolah negeri maupun sekolah sekolah swasta.

 Lebih dari itu, 18 nilai karakter tersebut telah dirumuskan standar kompetensi dan indikator pencapaian nya di semua mata pelajaran. Dengan demikian, pendidikan karakter dapat dievaluasi, diukur dan diuji ulang.


Sumber Referensi:

Suyadi, Strategi pembelajaran Pendidikan karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2015).

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk " Memahami Konsep Pendidikan karakter Berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) "