Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Memahami Pengertian Pendidikan Karakter dalam pembelajaran, Seberapa pentingkah Bagi Anak-anak?

 Pendidikan Karakter dalam pembelajaran

Secara faktual, data realistik menunjukkan bahwa moralitas maupun karakter bangsa saat ini telah runtuh. Runtuhnya moralitas dan karakter bangsa tersebut telah mengundang berbagai musibah dan bencana di negeri ini. 


Pendidikan karakter 
https://diskominfo.pasuruankab.go.id

Musibah dan bencana tersebut meluas pada ranah sosial keagamaan hukum maupun politik.

Musibah sosial-keagamaan dapat diamati pada halnya kemanusiaan, sikap penghormatan terhadap jabatan dianggap lebih penting dari pada menghormati pribadi sebagai manusia. 

Goncangan hukum dan politik terdapat pada kasus korupsi yang terjadi di setiap meja instansi, praktek money politik, skandal kasus Bank Century dan sebagainya. 

Pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak bangsa

Kemerosotan spiritualisme dapat diamati pada fenomena bom bunuh diri, meluasnya isu terorisme, radikalisme fundamentalisme, pembakaran gereja, pembakaran masjid Ahmadiyah serta pembakaran Pesantren Syiah di Hawa Timur dan lain sebagainya.

 Maraknya kenakalan remaja yang berupa tawuran antar sekolah, kecurangan ketika ujian, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan tindakan kriminal lainnya menjadi isu persoalan yang begitu penting.

Kementerian Pendidikan Nasional mensinyalir bahwa sumber dari musibah dan bencana yang telah meluluhlantahkan moralitas bangsa ini terabaikannya pendidikan karakter. 

Kemendiknas menyadarkan argumennya tersebut sejarah bangsa-bangsa yang selalu mengedepankan karakter sebagai solusi berbagai persoalan yang menerpanya. Sebagai contoh, revitalisasi bangsa Jerman dengan pendidikan karakter dan spiritualitas kekalahan perang dengan Perancis. 

Jepang menata ulang negerinya menghadapi urbanisasi serta disertai introduksi pendidikan moral. Sedangkan Amerika pada akhir abad ini menghadapi krisis Global dengan mengintroduksikan kembali pendidikan karakter.

Merujuk pada fakta-fakta sejarah bangsa-bangsa tersebut Kemendiknas merencanakan gerakan nasional berupa pendidikan karakter (2010-2025). 

Melalui keputusan pemerintah Republik Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 11 Mei tahun 2010 tentang gerakan nasional pendidikan karakter. Dengan adanya gerakan nasional pendidikan karakter tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dan jawaban atas rapuhnya karakter anak-anak bangsa selama ini.

Dalam pelaksanaannya, khususnya melalui jalur pendidikan pembangunan karakter bangsa dilakukan melalui restrukturisasi pendidikan moral berlangsung sejak lama di semua jenjang pendidikan dengan nomenklatur baru, yakni pendidikan karakter. 

Tujuannya adalah untuk mewujudkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, baik dalam pola pikir maupun pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Hakikat pendidikan karakter

Di Indonesia, pendidikan karakter telah dibahas secara tuntas oleh Ki Hadjar Dewantara dalam kedua Karya monumentalnya, Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan karakter yang sekarang didengung-dengungkan oleh Kemendiknas sebenarnya hanyalah istilah lain dari pendidikan budi pekerti dalam pemikiran Ki Hajar Dewantara. 

Begitu Agungnya pemikiran Ki Hajar Dewantara, sehingga melahirkan tujuh Doktor dari Malaysia yang mengkaji pemikirannya. Ironisnya, Indonesia justru baru melahirkan satu doktor yang mengkaji pemikiran Ki Hajar Dewantara. 

Lebih dari itu, model pendidikan karakter yang direncanakan Kemendiknas Justru berkiblat pada Thomas lickona, dengan alasan bahwa lickona merupakan tokoh pertama yang mengenalkan pendidikan karakter.

Dikursus pendidikan karakter mengalami perdebatan panjang yang tidak jelas ujung pangkalnya. Misalnya, Apakah orang yang dilahirkan berkarakter buruk dapat diubah melalui pendidikan sehingga menjadi baik?  

Apakah jika seseorang telah membawa karakter baik tidak perlu dididik akan tetap baik sampai kapanpun dalam keadaan apapun? 

Sebaliknya, Apakah orang yang dilahirkan berkarakter buruk akan tetap buruk meskipun diproses dalam wadah pendidikan? Jika demikian, pendidikan tidak berpengaruh dalam pembentukan karakter seseorang?

Perdebatan di atas sebenarnya telah diselesaikan oleh tiga jawaban filosofis dengan corak yang berbeda. Pertama, dikemukakan oleh John Locke dengan teori tabularasa. Melalui teorinya, John lock mengatakan bahwa setiap anak dilahirkan seperti kertas putih dilukis dengan karakter baik atau buruk. 

Kedua, dikemukakan oleh Lambrusso dan Schopenhauer dengan teori nativisme. Melalui teorinya, mereka menyatakan bahwa karakter seseorang tidak dapat berubah karena bersifat genetik. 

Ketiga, dikemukakan oleh William Stern yaitu teori konvergensi. Dalam teori ini dinyatakan bahwa karakter seseorang dipengaruhi oleh bawaan atau genetika dan lingkungan atau pendidikan.

Terlepas dari berbagai jawaban filosofis di atas pendidikan karakter di Indonesia mengusung semangat baru dengan optimisme yang penuh untuk membangun karakter bangsa yang bermartabat. 

Oleh sebab itu, konsep pendidikan karakter harus mengambil posisi yang jelas, bahwa karakteristik seseorang dapat dibentuk melalui pendidikan. 

Pendidikan seperti apakah yang mampu membentuk karakteristik seseorang tersebut? Jawaban atas pertanyaan Inilah yang disebut dengan pendidikan berakhlak.

Pengertian pendidikan

Pendidikan adalah upaya sadar terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu, sehat dan berakhlak mulia ( UU nomor 20 tahun 2003). 

Sistem pendidikan nasional bawah pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta karakter bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, Mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Berdasarkan hukum yuridis tersebut pendidikan nasional mengemban misi untuk membangun manusia sempurna. 

Untuk membangun bangsa dengan jati diri yang utuh, dibutuhkan sistem pendidikan yang memiliki materi yang holistik, serta ditopang oleh pengelolaan dan pelaksanaan yang baik. Dengan demikian, pendidikan nasional harus bermutu dan berkarakter.

Pengertian karakter

Secara etimologis kata karakter berasal dari bahasa Yunani eharassein yang berarti to engrave. Kata to engrave itu sendiri diterjemahkan menjadi mengukir, melukis, memahat kan, atau menggoreskan. Arti ini sama dengan istilah karakter dalam bahasa Inggris ( character) yang juga berarti mengukir, melukis, memanfaatkan menggoreskan.

Berbeda dengan bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia karakter diartikan sebagai tabiat, sifat-sifat kejiwaan akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. 

Arti karakter secara kebahasaan yang lain adalah huruf angka ruang khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik artinya, orang yang berkarakter adalah orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat atau berwatak tertentu, dan watak tersebut yang membedakan dirinya dengan orang lain. 

Dari pengertian secara etimologis dapat diartikan bahwa karakter merupakan nilai-nilai universal perilaku manusia yang meliputi seluruh Aktivitas kehidupan, baik yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pengertian karakter dalam berbagai perspektif di atas mengindikasikan bawa karakter identik dengan kepribadian ataupun akhlak seseorang.

Semoga pendidikan karakter di Indonesia semakin baik, sehingga generasi penerus bangsa ini semakin memelihara Pancasila kesatuan negara Republik Indonesia.


Sumber Referensi:

Suyadi, Strategi pembelajaran Pendidikan karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2015).

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk " Memahami Pengertian Pendidikan Karakter dalam pembelajaran, Seberapa pentingkah Bagi Anak-anak?"