Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian dan Konsep Dasar pembelajaran active learning.

Pengertian dan Konsep Dasar pembelajaran active learning. Memahami konsep dan strategi dalam pembelajaran tentu sangat penting sekali, karena keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh model pembelajaran tersebut.


ilustrasi: anak sedang belajar
www.gurupenyemangat.com

Strategi dan model pembelajaran sangat populer sekali dalam dunia pendidikan, pasti kalian sudah paham kan? "heheh", salah satunya adalah strategi pembelajaran  active learning.

Strategi pembelajaran active learning pertama kali dikenalkan oleh Mel Silberman. Nilai karakter inti dalam strategi pembelajaran ini adalah "aktif". Di dalam pendidikan karakter, kata "aktif" merupakan cerminan dari kerja keras, mandiri, disiplin tanggung jawab, dan rasa ingin tahu.

Mel Silberman mencermati pernyataan Confucius yang kemudian di modifikasi sehingga menjadi sebuah teori active learning. 

Pernyataan Confucius tersebut adalah sebagai berikut:

  • What i hear, i forget : apa yang yangs aya dengar, saya lupa
  • What i see, i remember : apa yang saya lihat, saya ingat
  • What i do, i understand : apa yang saya lakukan, saya paham
Hasil modifikasi Mel Siberman atas pernyataan Confucius adalah sebagai berikut: 

  • What i hear, i forget : apa yang saya dengar, saya lupa
  • What i hear and see i remember little: apa yang saya dengard an lihat, saya ingat sedikit
  • What i hear and see and ask question abaut or discuss with sameone else, i begin understand: apa yang saya dengar dan lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa kolega atau teman, saya mulai paham.
  • What i hear, see, discuss, and do, i acquire knowledge and skill: apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
  • What i teach to another, i master: apa yang saya ajarkan kepada orang lain, saya menguasainya.
Modofikasi dan penyempurnaan dari Mel Siberman terhadap pernyataan Confucius tentang pembelajaran, tentu didasarkan pada berbagai penelitian yang berulang-ulang, sehingga didapati hasil yang menunjukkan jika para peserta didik memiliki banyak sekali kelemahan. 

Melihat berbagai kelemahan tersebut, maka Mel Siberman melakukan berbagai penelitian kembali dan akhirnya menghasilkan sebuah strategi pembelajaran yang kita kenal sekarang ini, yaitu pembelajaran active learning.

Mengingat model pembelajaran ini berasal dari barat, maka dalam konteks pendidikan di Indonesia tentu saja membutuhkan banyak penyesuaian. Oleh sebab itu, seorang guru dituntut untuk memiliki skill dan kemampuan untuk mengembangkan  pembelajaran active learning sesuai dengan konteks di Indonesia.

Strategi pembelajaran active learning merupakan strategi yang menggunakan segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan peserta didik berperan secara aktif dalam proses pembelajaran, baik dalam bentuk interaksi peserta didik ataupun peserta didik dengan guru.

Pembelajaran active learning memiliki beberapa karakteristik

Menurut Bonwell (1995), active learning memiliki beberapa karakteristik dalam pembelajaran. Pertama, menekankan pada proses pembelajaran bukan pada penyampaian materi oleh guru. Artinya bahwa pembelajaran tidak lagi bersumber pada guru, melainkan  berasal dari berasal dari interaksi, pengalaman, kerjasama dan lain sebagainya.


ilustrasi: belajar didalam kelas
https://sindunesia.com

Proses pembelajaran tidak lagi sekedar transfer of knowledge atau transfer ilmu pengetahuan, melainkan lebih kepada transfer of values atau transfer nilai. Nilai yang dimaksud di sini adalah nilai-nilai karakter secara luas, salah satunya adalah rasa ingin tahu.

Kedua, peserta didik tidak boleh pasif, tetapi harus aktif mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Seorang guru harus mengatur dan merencanakan pembelajaran yang interaktif dan tidak monoton. 

Aktif dalam konteks ini merupakan upaya penanaman nilai tanggung jawab peserta didik harus mempraktekkan bahkan teori yang dipelajari tidak sekadar diketahui.

Ketiga, penekanan pada eksplorasi nilai-nilai sikap yang berkenaan dengan materi pembelajaran. Dalam hal ini peserta didik berhak menerima materi pelajaran yang yang sesuai dengan pandangan dirinya sendiri, sehingga peserta didik dapat mengembangkan kerangka berpikir serta bertanggung jawab terhadap konsep berpikirnya dalam pembelajaran. 

Keempat, peserta didik lebih banyak dituntut berpikir kritis, menganalisis, dan melakukan evaluasi dari pada sekedar menerima teori serta menghafalnya. Dalam pembelajaran ini, penting sekali untuk mengembangkan mengenai nilai karakter "rasa ingin tahu", dari peserta didik, sehingga mereka dapat belajar  secara mandiri dengan pengawasan dari guru.

Kelima, umpan balik dan proses dialektika yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran. Pembelajaran yang dialogis, secara tidak langsung membentuk karakter peserta didik yang demokratis, pluralis, menghargai perbedaan pendapat, inklusif, terbuka dan humanis tinggi.

Disamping dari karakteristik di atas,  secara umum suatu proses pembelajaran aktif memungkinkan diperolehnya diperoleh beberapa hal. Pertama, interaksi yang timbul selama proses pembelajaran akan menumbuhkan positif interpendence, di mana konsolidasi pengetahuan dipelajari hanya dapat diperoleh secara bersama-sama melalui eksplorasi aktif dalam belajar. 

Kedua, setiap individu harus terlibat aktif dalam pembelajaran, dan harus mendapatkan penilaian dari peserta didik sehingga terdapat individual accountability. Ketiga, proses pembelajaran aktif memerlukan tingkat kerjasama yang tinggi memupuk social skills.

Konsep dasar active learning

Konsep dasar active learning ada  dua hal; pertama, active learning dikaji atau digali karakter yang terkandung di dalamnya untuk diaktualisasikan dalam pembelajaran, sehingga nilai-nilai karakter tersebut dapat ditanamkan atau diinternalisasikan kedalam diri peserta didik. 

Dalam hal ini, active learning dianggap seolah-olah telah ada muatan nilai karakter di dalamnya. Misalnya, dalam kegiatan pembelajaran terdapat metode membangun tim, metode dalam active learning ini jelas memuat nilai-nilai karakter seperti kerjasama, pedulian sosial, komunikatif, tanggung jawab toleransi dan seterusnya.

Tidak semua metode dalam active learning memuat 18 karakter sebagaimana yang dirumuskan Kemendikbud. Dalam satu pembelajaran mungkin hanya memuat 3 atau 4 nilai karakter saja, tetapi di dalam active learning terdapat 101 metode pembelajaran.

Apabila dalam satu metode memuat 3 atau 4 nilai karakter,  maka dengan 101 metode pembelajaran, maka karakter nilai-nilai karakter dapat ditransmisikan atau ditanamkan kepada peserta didik dengan petode pembelajaran ini.

Kedua, active learning dapat dimodifikasi dan dikembangkan secara kreatif agar memuat nilai-nilai karakter lebih variatif. Artinya, peran guru dalam pembelajaran ini sangat penting sekali, sehingga nilai-nilai karakter bisa lebih banyak ditanamkan dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Dalam hal ini, active learning diperlukan sebagai strategi pembelajaran yang netral dan dapat diisi dengan muatan nilai-nilai karakter sesuai kepentingan guru dan peserta didik.

Nilai-nilai karakter dalam active learning

Strategi pembelajaran active learning atau pembelajaran aktif merupakan strategi pembelajaran yang termasuk dalam interaksi sosial, dan hampir memiliki kesamaan dengan strategi pembelajaan Cooperative learning. Dimana pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan berpusat pada peserta didik.

Mengunakan interaksi sosial sebagai sarana dalam kegiatan pembelajaran tentu sangat menguntungkan, karena peserta didik dapat belajar dari teman-temannya, dari pengalaman, dari kerja kelompok, dari mengamati, memecahkan masalah serta mengambil sebuah kesimpulan pembahasan dalam pembelajaran.

Nilai-nilai karekter yang yang termuat dalam dalam pembelajaran tersebut tentu lumayan banyak, karena dalam satu kali pertemuan nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan bisa terdiri dari 3 sampai 5. Misalnya, komunikatif, kepedulian sosial, disiplin, kerjasama, saling percaya, saling menghormati dan menghargai dan lain sebagainya.


Referensi:

Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015).








Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Konsep Dasar pembelajaran active learning."