Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pengertian Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning).

Strategi pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).  Penggunaan strategi pembelajaran sangat populer dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia sendiri. Tanpa penggunaan strategi dalam pembelajaran, maka pembelajaran didalam kelas kurang menarik.


www.pexels.com@Arthur Krijgsman

Strategi pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) pertama kali dipopulerkan oleh Barrows dan TAmblyn (1980) pada akhir abad 20. Awalnya, problem based learning digunakan dalam dunia pendidikan kedokteran.

Namun dalam  perkembangannya, problem based learning digunakan secara luas pada semua jenjang pendidikan di dunia. 

Dalam kegiatan belajar-mengajar, penggunaan strategi pembelajaran sangat penting sekali. Dengan adanya strategi pembelajaran, seorang pendidik dapat mendesign, merencanakan dan membuat kegiatan belajar-mengajar lebih menarik.

Pengertian pembelajaran berbasis masalah.

Strategi pembelajaran berbasis (problem based learning) masalah dikembangkan dalam filsafat konstruksionisme,  yang menyatakan bahwa kebenaran merupakan kontruksi pengetahuan secara otonom. Artinya, peserta didik akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran pengetahuan yang telah dimiliki yang baru yang diperoleh. 


www.pexels.com@Carolina Grabowska

Hal ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berpusat pada masalah, tidak sekedar transfer of knowledge dari guru kepada peserta didik, melainkan kolaborasi antara guru dan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik yang lain untuk memecahkan masalah yang dibahas.

Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, dimana peserta didik hanya mendengarkan penjelasan serta menghafal materi, melainkan pembelajaran berbasis masalah mengajak para peserta didik untuk belajar menemukan, mencari dan menyelesaikan sebuah masalah.

Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah secara terbuka.

Strategi pembelajaran berbasis masalah mengusung gagasan utama bahwa tujuan pembelajaran dapat tercapai jika kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas atau permasalahan yang otentik, relevan dan dipresentasikan dalam suatu konteks.

Oleh karena itu, seluruh bangunan pengetahuan yang dipelajari harus dapat digunakan secara aplikatif untuk menyelesaikan  permasalahan kehidupan tersebut. 

Konsekuensinya, bangunan pengetahuan maupun teori yang diajarkan tidak cukup hanya dihafal dan dipahami, melainkan harus dikaitkan dengan realitas yang terjadi dan menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

Pembelajaran berbasis masalah melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran aktif dan kolaboratif,  peta berpusat kepada peserta didik, sehingga mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah secara mandiri.

Misalnya, peserta didik dapat menyelidiki sendiri, menemukan permasalahan sendiri, dan menyelesaikan masalah tersebut di bawah bimbingan fasilitator atau pendidik.

Landasan teori berbasis masalah (problem based learning) 

Landasan teori berbasis masalah (problem based learning) adalah "kolaborativisme,"  yaitu suatu perspektif yang berpendapat bahwa peserta didik akan menyusun pengetahuan dengan cara membangun penalaran dari semua pengetahuan yang sudah dimilikinya, dan dari semua itu akan memperoleh hasil dari kegiatan berinteraksi dengan sesama individu.

Pembelajaran berbasis masalah memiliki asumsi dasar bahwa tujuan pembelajaran dapat dicapai kegiatan pendidikan dipusatkan pada tugas-tugas permasalahan yang otentik, relevan, dan persentasikan dalam suatu konteks tertentu.

Harapannya adalah peserta didik memiliki pengalaman sebagaimana nantinya mereka menghadapi kehidupan profesionalnya. Pengalaman tersebut sangat penting, sebagaimana yang dinyatakan dalam model pembelajaran Kolb (1976) pengalaman konkrit.

Aspek terpenting dalam pembelajaran masalah adalah bahwa pembelajaran dimulai permasalahan, dari permasalahan tersebut akan menentukan arah pembelajaran dalam kelompok.

Dengan membuat permasalahan sebagai tumpuan pembelajaran, peserta didik didorong untuk mencari informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Salah satu keuntungan dari pembelajaran berbasis masalah adalah para peserta didik didorong untuk mengeksplorasi pengetahuan yang dimilikinya, kemudian mengembangkan keterampilan pembelajaran yang independen untuk mengisi kekosongan yang ada. 

Dengan demikian strategi pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah secara ilmiah.

Ciri utama strategi pembelajaran berbasis masalah 

 Ada beberapa ciri utama yang sekaligus membedakan  strategi pembelajaran berbasis masalah dengan strategi pembelajaran yang lain, diantaranya sebagai berikut:

  • Strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran. Artinya strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari sejumlah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik. Peserta didik tidak hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal  materi diberikan. Tetapi berfikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data serta menyimpulkannya.
  • Aktivitas pembelajaran diorientasikan pada penyelesaian. Artinya, tanpa masalah tidak adanya proses berbasis masalah.
  • Pecahan masalah dilakukan dengan pendekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah dalam proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris. Sistematis dalam berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu. Dalam pengertian proses mesin masalah pada data dan fakta yang dapat diukur.


Referensi:

Suyadi, Strategi pembelajaran Pendidikan karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2015).

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk " Pengertian Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)."