Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Peran Orang Tua Dalam pendidikan Seks Anak Remaja

 Peran Orang Tua Dalam pendidikan Seks 

Ilustrasi: foto keluarga bahagia
www.pexels.com/@August de Richelieu

Seks bebas merupakan permasalahan yang belum bisa di atasi sampai detik ini, kebiasaan dan perilaku masyarakat, baik remaja maupun orang dewasa juga banyak melakukan perilaku menyimpang yang melanggar norma di masyarakat maupun norma secara agama.

Bagi sebagian orang, melakukan seks bebas tanpa pernikahan adalah yang biasa, yang penting mereka sama-sama suka. Selain itu, budaya barat yang terus masuk dan mempengaruhi masyarakat menjadi penyebab utama legalnya seks bebas bagi sebagian orang.

Budaya ketimuran yang dipegang masyarakat dahulu kini mulai bergeser pengertiannya, sebagian orang menganggap bahwa pernikahan-perceraian serta perzinaan bukan lagi sebagai perilaku yang melanggar norma-norma kesusilaan dan bukan merupakan perilaku yang tercela.

Bergesernya makna tentang kesucian sebuah pernikahan serta dosa melakukan zinah tidak lagi dipahami dengan benar oleh sebagian orang, banyaknya kasus perceraian dan perzinahan orang dewasa maupun anak remaja membuktikan bahwa hal tersebut bukan persoalan serius. 

Sekularisme telah mengubah pandangan dan ajaran agama bukan sebagai kebenaran yang mutlak, melainkan agama digunakan sebagai pendukung dan membenarkan perilaku manusia. Kebenaran bukan lagi berdasarkan ajaran agama, melainkan berdasarkan pemahaman manusia itu sendiri. 

Perilaku seks yang menyimpang yang dilakukan oleh orang dewasa sangat memberi pengaruh terhadap perilaku seks bebas pada anak remaja. 

Beredarnya video-video mesum di dunia maya menunjukkan rusaknya moral manusia, selain video orang dewasa, ternyata pelaku-pelaku video syur lainnya masih anak-anak remaja.

Hal ini sangat miris sekali, bagaimana peran dan tanggung jawab orang tua dipertanyakan? atau apakah orang tua justru menjadi pelaku, sehingga menyebabkan tidak mampu mendidik anak-anaknya dengan benar.

Pendidikan seks dan perilaku yang menyimpang jelas melanggar norma dimasyarakat maupun melanggar ajaran agama, hal ini perlu diajarkan kepada anak, supaya ketika mereka bertumbuh semakin dewasa, ajaran tersebut dapat menuntunnya kepada sikap dan perilaku yang baik yang menjunjung nilai-nilai moral dan spiritualitas.

Ada beberapa peran orangtua dalam memberikan pendidikan seks pada anak remaja, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan tentang arti dan fungsi seksualitas
ilustrasi: Pergaulan bebas remaja
sumber: https://www.fajarpendidikan.co.id

Informasi tentang seks dan seksualitas berguna dan berfungsi sebagai pencerahan kepada anak-anak remaja, supaya mereka memiliki pemahaman yang benar tentang seks. 

Kebanyakan orang tua masih menganggap "tabu" ketika membicarakan seks kepada anak-anak remaja mereka, karena hal tersebut dianggap tidak pantas. 

Dalam tahap ini, memang masih banyak orang tua yang salah dalam memahami pendidikan seks, mereka beranggapan bahwa pendidikan seks adalah bagaimana cara melakukan hubungan badan atau hubungan seks, padahal tidaklah demikian.

Pendidikan seks yang dimaksud adalah orang tua menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku mereka ketika berpacaran, apa yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Bagaimana pacaran yang benar berdasarkan ajaran agama, yang menghormati norma-norma yang berlaku dimasyarakat.

Pendidikan seks juga bisa berupa informasi-informasi yang berkaitan dengan perkembangan psikologis dan fisiologis mereka, dimana masa remaja adalah masa pertumbuhan.  

Karena pada fase ini sangat penting sekali untuk memberikan pendidikan, misalnya; mengapa mereka mulai tertarik kepada lawan jenis, mengapa mereka mulai memperhatikan dirinya sendiri, mengapa mereka berpikir penilainyan orang lain terhadap dirinya, dalam fase inilah orang tua harus memberikan pendidikan dan jawabanya.

Orang tua harus menjadi sahabat bagi anak-anak remaja, hal ini sangat penting, supaya mereka mendapatkan informasi yang benar tentang seks.

"Penyalahgunaan seksual remaja biasanya disebabkan buruknya informasi yang diperoleh tentang masalah seks," mereka biasanya mengakses internet dan mencari informasi tersebut dengan mudah, hal ini sangat memberikan dampak yang signifikan kepada konsep dan pemahaman mereka.

Dengan demikian, penting sekali bagi orang tua untuk mengajarkan tentang informasi yang positif dan rasional serta menempatkan pemahaman tentang seks dengan benar. 
  • Menjelaskan tentang dampak fisiologis dari seks bebas

hamil diluar nikah
sumber: https://www.wanmedia.co.id

Orang tua memiliki peran yang penting untuk memberikan informasi-informasi yang berkaitan tentang dampak dan akibat dari seks bebas atau seks diluar pernikahan yang sah.

Orang tua harus memiliki komunikasi yang baik bersama anak-anak, tanpa komunikasi yang baik, maka akan sulit sekali berbicara dan menjelaskan dampak dari seks bagi kesehatan tubuh. 

Seks bebas sangat berbahaya apabila dilakukan tanpa pernikahan yang sah, selain bisa menyebabkan kehamilan, seks bebas juga bisa menularkan berbagai penyakit kelaimin yang berbahaya.

menurut Wuryani (2008) ada beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh seks bebas, pertama, adalah kencing nanah (Gonore). Penyakit ini sangat berbahaya bagi individu yang melakukan seks bebas, karena penyakit ini menular melalui kontak seksual dan berganti-ganti pasangan.

Kedua, penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral (Sifilis), dimana penyakit ini juga menular melalui kontak seksual. Apabila salah satu pasangan terjangkit penyakit ini, maka penyakit tersebut juga akan menular kepada pasangannya.

Ketiga, Klamida. Clamida adalah penyakit yang disebabkan oleh perilaku seks bebas, dan biasanya menyerang pria, bakteri clamida akan menginfeksi testis dan bisa menyebabkan kemandulan pada pria. 

Keempat, Herpes. Herpes kelamin adalah penyakit yang muncul akibat melakukan seks bebas, biasanya ditandai dengan bintik kecil disekitar kelamin. Penyakit disebabkan oleh serangan virus yang menyerang alat kelamin. 

Kelima, infeksi saluran kemih. penyakit ini muncul dan menginfeksi orang-orang yang melakukan seks bebas, penyebab dari infeksi saluran kemih karena disebabkan oleh bakteri klamdia. Jadi, seks bebas dapat menimbulkan berbagai penyakit yang menular dan tentunya sangat berbahaya sekali.

Keenam, HIV/AIDS. HIV/AIDS adalah penyakit menular yang sangat mematikan, penyebab utamanya adalah sering melakukan seks bebas dan berganti-ganti pasangan. Konon sampai detik ini, orang yang terserinfeksi virus ini pasti meninggal, karena belum ditemukan obat yang sempurna untuk mengobati penyakit ini.

Demikianlah dampat dan akibat dari melakukan seks bebas, banyak sekali penyakit kelamin yang berbahaya sampai dengan penyakit yang mematikan. 

Memberikan informasi yang benar tentang dampak dan akibat dari seks bebas, dapat membuat anak-anak remaja berhati-hati dalam berpacaran, dan berpikir berulangkali apabila ingin melakukan hubungan seksual.
  • Menjelaskan dampak secara sosial
"Melakukan hubungan seksual bukan dengan pasangan yang terikat pernikahan yang resmi, jelas merupakan pelanggaran etika, moral dan kepatutan sosial".  Sebagai makhluk sosial, jelas bahwa manusia hidup sangat membutuhkan orang lain.

Perilaku seks bebas merupakan perilaku yang dianggap oleh kebanyakan masyarakat sebagai perikalu yang tercela. Apabila seorang anak melakukan seks bebas, dan terlebih mengalami kehamilan, maka akan menimbulkan penilaian yang negatif masyarakat kepada keluarga kita.

Dampak secara sosial biasanya memberikan tekanan kepada psikis, apabila pelaku tersebut tidak siap dengan penilaian, atau ucapan-ucapan yang tidak mengenakan dari masyarakat, maka bisa menimbulkan depresi  dan atau stres karena tekanan, hinaan atau bahkan cacian dari masyarakat.

Penting sekali bagi orang tua untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kepada anak akibat melakukan seks bebas secara sosial. 

Menaati norma-norma yang berlaku dimasyarakat serta memiliki perilaku yang baik sangat penting, karena dampak sosial biasanya memberikan dampak yang besar bagi keamanan dan kenyaman kehidupan kita.

Apabila melihat dunia media sosial hari ini, kita harus banyak belajar, dimana dampak perilaku kita bisa menyebabkan tanggan negatif dari masyarakat yang luas. 

Hukuman sosial biasanya akan jauh lebih besar dampaknya kepada kehidupan dan kesehatan mental kita. Oleh sebab itu, memiliki attitude dan perilaku yang baik sangat-sangat penting.
  • Seks bebas adalah dosa
Perilaku seks yang menyimpang tentu melanggar norma-norma yang berlaku dimasyarakat dan juga bertentangan dengan ajaran agama. 

Mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang beragama sesuai dengan sila ke-I yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kehidupan masyarakatnya juga harus mencerminkan manusia yang berakal dan beragama.

Melakukan seks bebas bukan dengan pasangan yang resmi secara pernikahan, merupakan tindakan yang tidak terpuji atau berzinah, karena didalam agama banyak mengajarkan tentang penting menjaga kesucian dan kekudusan hidup.

Dalam hal ini, orang tua adalah orang pertama yang bertanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai rohani dan ajaran-ajaran agama yang benar kepada anak-anaknya. 

Apabila tidak mendapatkan pendidikan agama yang baik, maka anak remaja yang melakukan seks bebas tidak akan memahami tentang pentingnya menjaga kesucian dan kekudusan hidup. Remaja akan mengabaikan dan justru tidak peduli dengan agamanya.

Hati nurani remaja sudah tertutup dan tidak bisa melihat kebenaran, karena mereka tidak mendapatkan pendidikan tentang kebenaran didalam agamanya, hal ini sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu, orang tua adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab terhadap pendidikan agama tersebut.

Pendidikan anak usia dini, menjadi langkah awal bagi orang tua untuk menamamkan nilai-nilai rohani kepada anak. 

Selanjutnya orang tua terus memberikan pendampingan dan pengajaran lanjutan yang bertujuan supaya anak-anak tersebut dapat mengerti, memahami dan meyakini kebenaran-kebenaran yang sudah diajarkan oleh orang tua.









Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Peran Orang Tua Dalam pendidikan Seks Anak Remaja"