Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah berdirinya Kerajaan Singasari di Bumi Jawa, Perjalanan Ken Arok Menjadi Raja

 Sejarah berdirinya Kerajaan Singasari

Candi Singasari
sumber: https://www.cnnindonesia.com

Untuk mengungkapkan sebuah sejarah, biasanya harus menemukan sumber-sumber yang valid, sumber tersebut bisa berupa buku, jurnal, atau catatan-catatan yang menuliskan dan berhubungan dengan peristiwa tersebut. 

Untuk menguji kebenarannya, maka biasanya diperlukan penelitian arkeologi. Hal ini sangat penting sekali untuk mengungkap apakah sejarah tersebut sebuah fakta atau hanya cerita rakyat, misalnya dongeng.

Tradisi verbal atau lisan sudah terbiasa dikalangan masyarakat Indonesia pada zaman dulu, dimana tradisi ini hanya mengandalkan ingatan, melalui cerita turun-temurun. Meskipun hanya tradisi lisan, msyarakat jawa pada umumnya sangat menjunjung tinggi tardisi ini hingga sampai sekarang ini.

Untuk mengetahui latar belakang berdirinya Kerajaan Singasari, maka penting sekali untuk memahami kitab Pararaton dan Negarakertagama, karena melalui dua kitab ini, nama Ken Arok dan pemerintahannya sebagai dijelaskan. 

Latar belakang berdirinya Kerajaan Singasari

Prasasti Ken Arok & Ken Kedes
sumber: https://koransulindo.com

Kitab Paraton menjelaskan tentang kehidupan Ken Arok yang ditulis dengan cerita hikayat yang bercorak hindu dan budha, sehingga seringkali kitab Pararaton di tolak kebenarannya oleh sebagian akademisi, karena dianggap sebagai cerita hikayat masyarakat kuno. 

Namun perlu diingat, bahwa kitab Paraton bukan ditujukan kepada golongan akademisi, melainkan ditujukan kepada masyarakat pada konteks waktu itu, yaitu yang bercorak hindu. Tidak heran jika peristiwa yang diceritakan sangat dikental dengan budaya hindu. 

Pararaton maupun negarakertagama merupakan sumber utama untuk membantu kita mendapatkan informasi tentang awal berdirinya kerajaan singasari.

Kitab Pararaton menceritakan serta menjelaskan menjelaskan tentang asal usul Ken Arok sebagai seorang yang berdarah biru (keturunan bangsawan/raja) yang lahir dari rahim rakyat jelata. 

Ketika Ken Endog sedang mengantarkan makanan untuk suami disawah, namun ditengah perjalanan ia ditemui oleh dewa Brahma, sehingga mengandunglah Ken Endog dan melahirkan seorang bayi yang diberi nama Ken Arok. 

Kitab Pararaton menyebut dewa Brahwa karena pada  konteks waktu itu, seorang raja sering disebut dan dinggap sebagai titisan dewa Brahma karena memiliki kekuasaan tertinggi. 

Jadi ken Arok bukanlah anak dari dewa, melainkan anak dari seorang raja yang dilahirkan oleh rakyat jelata yaitu Ken Endog.

Setelah genap waktunya, maka ken Endog melahirkan seorang anak laki-laki dan diberi nama Ken Arok. Kemungkinan besar karena rasa malu terhadap keluarga dan suaminya karena hubungan terlarang tersebut, maka Ken Endog memutuskan untuk membuang anak tersebut dikuburan. 

Akhirnya, ken Arok tumbuh menjadi seorang dewasa yang gagah pemberani dan menjadi seorang perampok yang sangat ditakuti. Karena dibesarkan dan didik oleh seorang perampok, maka watak dan kepribadiannya menjadi garang dan jahat. 

Aksi perampokan yang dilakukan kepada kaum bangsawan kaya Tumapel menyebabkan ia harus berhadapan dengan pasukan istana. Namun karena keahliannya dalam berperang membuat Ken Arok selalu lolos dari sergapan pasukan Tumapel. Hingga pada akhirnya, melalui seorang brahmana Lohgawe Ken Arok mengabdi menjadi pengawal utama akuwu Tunggul Ametung.

Pengabdiannya di istana Tumapel sebenarnya adalah langkah awal untuk memulai kariernya yang memiliki tekad untuk menjadi seorang penguasa dan raja. Ambisius adalah watak Ken Arok, sebagai seorang brandal yang dibesarkan oleh seorang perampok membuatnya memiliki watak dan perilaku yang picik. 

Hal ini terbukti ketika ia melihat Ken Dedes istri Tunggul Ametung, ia jatuh cinta dan ingin segera untuk memilikinya dengan cara membunuh Tunggul Ametung. 

Ken Arok memang sangat membenci kaum bangsawan dan raja Tumapel yang suka menindas rakyat kecil, biasanya mereka menarik upeti secara paksa kepada masyarakat, karena Tumapel juga harus memberi upeti kepada kerajan Kediri.

Kebencian kepada istana Tumapel dan rasa cintanya kepada Ken Dedes membuat Ken Arok ingin secepatnya membunuh Tunggul Ameting. Melalui petunjuk dari sahabatnya, akhirnya Ken Arok memesan sebuah keris kepada seorang mpu ahli keris, yaitu mpu Gandring.

Pembuatan keris yang cukup lama membuat Ken Arok resah dan gelisah, rasa cintanya tidak tertahankan lagi. 

Setelah genap waktunya Ken Arok mengambil keris pesanannya kepada mpu Gandring (cerita lengkap baca:  Ken Arok dan keris mpu Gandring). Keris tersebut ia gunakan untuk membunuh Tunggul Ametung, karena saktinya keris tersebut, maka  Tunggul Ametung tewas  hanya dengan sekali tusukan.

Perjuangan Ken Arok mendidirkan kerajaan 

sumber: https://madura.tribunnews.com/

Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikannya menjadi akuwu di Tumapel dan memperistri Ken Dedes. Demikianlah kitab Pararaton menjelaskan tentang perjalanan kehidupan Ken Arok, cerita hikayat jawo kuno yang menceritakan kisah cinta dan legenda keris Mpu Gandring yang membunuh 7 keturunan.

Dalam pemerintahannya di Tumapel, Ken Arok membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan, ia bijaksana dan tidak memeras rakyat kecil, ia juga membangun kembali hubungan dengan para brahmana yang sempat renggang  pada masa pemerintahan Tunggul Ametung.

Keahlian Ken Arok dalam berpolitik dan bergaul serta menghormati kaum brahmana, membuat pemerintahannya mendapat banyak dukungan dari masyarakat luas, sehingga Tumapel semakin maju dan besar.

Sikap dan kebijaksanaan Ken Arok kepada kaum brahmana membuat namanya semakin dikenal oleh masyarakat secara luas, sehingga rombongan kaum brahmana dari Daha datang dan minta perlindungan dari ken Arok. Meraka akan ditangkap oleh raja karena tidak mau menyembah raja sebagai dewa.

Ken Arok yang sangat menghormati kaum brahmana, akhirnya menerima rombongan tersebut dengan tangan terbuka, hal ini dijadikan kesempatan untuk memperoleh banyak dukungan masyarakat untuk memberontak dan mengalahkan kerajaan Kediri.

Pertempuran Melawan Kediri

Kerajaan Kediri yang tidak menghormati kaum brahmana sebagai tokoh agama, akhirnya tidak mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Sebaliknya, sikap Ken Arok yang menerima kaum brahmana sebagai tokoh-tokoh agama yang layak dan patut untuk dihormati mendapatkan dukungan dari rakyatnya secara penuh.

Para brahmana juga banyak menghasut rakyat Kediri untuk diam-diam mendukung ken Arok untuk memberontak kepada kerajaan. Peran para brahmana cukup berhasil, karena tidak butuh waktu yang lama, banyak rakyat yang mendukung Ken Arok, 

Dalam pertempuran di Ganter, Ken Arok mendapat kemenangan penuh penuh pada tahun 1114 Saka atau sekitar 1222 masehi. Atas jasanya yang besar dalam mengembalikan peran kaum brahmna sebagai tokoh agama dan juga kemakmuran bagi rakyat, ia di nobatkan menjadi raja Tumapel dengan ibu kota Kutaraja.  

Ken Arok diberi gelar Sri Rajasa Sang Amurwwbhumi dan melalui  restu dari para brahmana ia menyebut dirinya sebagai bhatara guru.

Dalam kitab Negarakertagama, "Ken Arok disebut sebagai Ranggah Rajasa Ken Arok Sang Putra Girindra, kisah hidupnya diawali pada tahun Saka Lautan Dasa 1104 Saka". 

Sebutan sebagai putra Girindra, karena mpu Prapanca memang mengetahui silsilah dari keluarga Ken Arok, meski lahir dari rakyat jelata namun Ken Arok adalah anak dari seorang raja. 

Karena keberhasilannya menguasai tahah jawa dengan mengalahkan kerajaan Kediri, ia menjadi pendiri kerajaan yang baru, yaitu kerajaan Singasari. 

Setelah itu, ia dibunuh oleh seorang pengalasan dari Batil atas suruhan Anusopati putra dari Tunggul Ametung. 

Raja-raja yang memerintah:

  • Ken Arok (1222-1227 M)
  • Anusopati (1227-1248 M)
  • Tohjaya (1248)

Demikianlah keris mpu Gandring menggenapi kutukan dari sang pemiliknya. Demikianlah kisah tentang awal mula berdirinya kerajaan Singasari di bumi Jawa.


Referensi:

 Jan Vansina, Tradisi Lisan Sebagai sejarah, (Yogyakarta: Pernerbit Ombak, 2014).                             

R. Soekmono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, (Jakarta: Kanisius, 1973).                

Ruspoto, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1, ( Surakarta: ISI Press Surakarta, 2012).      

Dewi Salindri, Legitimasi Kekuasaan Ken Arok Versi Pararaton dan negarakertagama, Historia Volume 1. no. 2 Januari, 2009





Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Sejarah berdirinya Kerajaan Singasari di Bumi Jawa, Perjalanan Ken Arok Menjadi Raja"