Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Strategi pembelajaran contekstual teaching And learning (CTL)

Strategi pembelajaran contekstual teaching And learning.

Halo sahabat dumay, bagaimana kabar kalian, semoga baik-baik saja pastinya. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang strategi pembelajaran  contextual teaching and learning.


www.pexels.com/@Karolina Grabowska

Pengertian contextual teaching And learning

Strategi pembelajaran contekstual teaching and learning merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh.

Dalam pembelajaran ini, peserta didik diharapkan untuk menemukan hubungan antara materi yang dipelajari realitas kehidupan yang nyata, sehingga mendorong peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ( Elaine B. Jhonson, 2010). 

Misalnya, dalam hal mengukur kecepatan mobil selama 1 jam lalu dikontekstualisasikan dengan mengukur kecepatan kapal berlayar, demikian seterusnya, sehingga semua materi pelajaran yang disampaikan guru kepada peserta didik di dalam kelas realitas kehidupan peserta didik sehari-hari.

 Dengan kata lain, contekstual teaching and learning (CTL) menyeting kelas menjadi miniatur lingkungan mini, dimana didalamnya terjadi dialog antara teori dan praktek atau idealitas dan realitas.


www.pexels.com/@Rawpixel

Selanjutnya, penerapan contekstual teaching and learning (CTL) dalam proses pembelajaran pada tiga hal:

Pertama, contekstual teaching and learning, strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi pelajaran, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. 

Proses belajar dalam konteks contekstual teaching and learning tidak mengharapkan agar peserta didik hanya menerima pelajaran tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi tersebut.

Kedua, contekstual teaching and learning mendorong supaya para peserta didik dapat belajar menemukan hubungan yang dipelajari didalam kelas dengan realitas kehidupan nyata mereka sehari-hari.. 

Artinya, peserta didik dituntut dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, para peserta didik dapat mengembangkan kemampuan individualnya secara mandiri.

Hal ini penting ditekankan, karena karena dengan mengkorelasikan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata, peserta didik akan merekam keterkaitan tersebut sehingga tertanam erat dalam memori peserta didik.

Ketiga, contekstual teaching and learning mendorong para peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.  Peserta didik diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai tentang kedisiplinan, saling menghormati dan menghargai, gotong royong dan lain sebagainya. 

Dalam contekstual teaching and learning para peserta didik bukan hanya dituntut untuk memahami materi yang dipelajari, melainkan lebih kepada aktualisasi dan kontekstualisasi materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan kata lain, materi pelajaran yang diperoleh melalui CTL di dalam kelas bukan untuk dihafal melainkan untuk dipahami, praktekkan serta dibiasakan.

Menurut hamruni (2009) Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan strategi contekstual teaching and learning, yakni sebagai berikut:

  • Dalam contekstual teaching and learning, pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activing knowledge). Artinya, sesuatu yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. Dengan demikian, pengetahuan yang akan diperoleh peserta didik pengetahuan yang utuh dan memiliki keterkaitan satu sama lain.
  • Pembelajaran yang kontekstual adalah pembelajaran yang dapat menambah pengetahuan baru (acquiring Knowledge). Pengetahuan baru tersebut diperoleh secara deduktif. Artinya, pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan serta memperhatikan secara detail.
  •  Pemahaman pengetahuan ( understanding Knowledge), artinya pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal, tetapi untuk dipahami, dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari dipraktikkan dan dibiasakan. Dalam hal ini, peserta didik dapat membangun interaksi sosial di masyarakat dengan baik.
  • Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman ( applying Knowledge). Artinya, dan pengalaman yang telah diperoleh harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari singgah tanpa ada perubahan pada perilaku peserta didik.
  • Melakukan refleksi ( reflecting Knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi.
Demikianlah ulasan serta penjelasan singkat mengenai strategi pembelajaran contekstual teaching And learning (CTL), jika tertarik menggunakan strategi ini dalam pembelajaran, silahkan untuk memahami kelebihan dan kekurangannya.

Referensi:

Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran, (Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2011).

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Strategi pembelajaran contekstual teaching And learning (CTL)"