Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Memahami pengertian, Karakteristik dan prinsip-Prinsip Utama Dalam Pembelajaran Kuantum

 Pembelajaran Kuantum

Hasil-hasil kegiatan pembelajaran diberbagai bidang studi seringkali memberikan hasil yang kurang memuaskan. 


Pembelajaran kuantum
sumber http://smandatas.sch.id

Hal ini disebabkan oleh strategi atau model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik kurang efektif, sehingga pembelajaran tidak menarik dan cenderung membosankan.

Selain itu, banyaknya penelitian dan temuan tentang teori dan paradigma dalam pembelajaran menyebabkan banyak metodologi pembelajaran yang ada kurang memadai dan kurang cocok untuk diterapkan pada masa sekarang ini.

Berbagai permasalahan dan hasil pembelajaran yang negatif menyebabkan perubahan dan pembaharuan paradigma, falsafah, dan metodologi pengajaran dan pembelajaran. Dengan demikian mutu dan hasil pembelajaran makin baik dan meningkat.

Istilah pembelajaran "quantum" berasal dari istilah kuantum fisika yang berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Sedangkan dalam pembelajaran Kuantum, interaksi yang dimaksudkan adalah menggunakan bermacam-macam interaksi dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam hal ini, peserta didik dianalogikan sebagai materi, dan cara belajar peserta didik dianalogikan sebagai kecepatan massa. Dengan cara mengalihkan antara kurikulum dan cara belajar, peserta didik akan meraih lompatan prestasi belajar dengan cepat, secepat cahaya melesat.

Latar belakang kemunculan

Tokoh utama dibalik pembelajaran Kuantum adalah Bobbi DePorter, seorang ibu rumah tangga yang kemudian terjun dibidang bisnis, dan setelah semua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran.

Beliaulah pencetus, pendiri serta pengembang Pembelajaran Kuantum. Semenjak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasan Pembelajaran Kuantum di SuperCamp, sebuah lembaga pembelajaran yang terletak di Kirkwood Meadows.

Metode pembelajaran ini ini dibangun berdasarkan pengalaman dan penelitian terhadap 25 ribu siswa dan sinergi pendapat ratusan guru di SuperCamp, disinilah prinsip-prinsip dan metode Quantum Learning menemukan bentuknya.

Pada tahap awal perkembangannya, Pembelajaran Kuantum digunakan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja dirumah atau ruang-ruang rumah, dan tidak dimaksudkan sebagai metode dan strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan yang lebih tinggi.

Demikianlah latar belakang munculnya Pembelajaran Kuantum, hingga pada akhirnya model pembelajaran ini terus berkembang dan digunakan dalam dunia pendidikan.

Akar atau landasan Pembelajaran Kuantum

Pembelajaran Kuantum sesungguhnya merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemograman neurologi/neurolingustik yang jauh sebelumnya sudah ada.

Disamping itu, ditambah dengan pandangan serta temuan-temuan empiris yang diperoleh oleh DePorter ketika mengembangkan konstruk awal Pembelajaran Kuantum. 

Hal ini diakui sendiri oleh DePorter dalam Quantum Learning (1999), Ia mengatakan bahwa Pembelajaran Kuantum menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan neuro-linguistic programming teori, keyakinan serta metode yang dikembangkan oleh mereka sendiri.

Termasuk diantaranya adalah konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan strategi belajar yang lain seperti:
  • Teori otak kanan/kiri
  • Teori otak triune
  • Pilihan modalitas
  • Teori kecerdasan ganda
  • Pendidikan holistik
  • Belajar berdasarkan pengalaman
  • Simulasi atau permaianan
Pembelajaran Kuantum adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitas SuperCamp. 

Pembelajaran ini diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning, multiple Intelegences, Neuro-Linguistic Programming, Experiential Learning, Socratic Inquiry, Cooperative Learning dan Element of Effective Instruction.

Dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa Pembelajaran Kuantum didasarkan pada bermacam-macam akar pandangan atau pikiran yang dijadikan sebagai landasan pembelajaran.

Karakteristik umum

Meskipun memiliki akar landasan yang bermacam-macam, Pembelajaran Kuantum memiliki karakteristik umum yang dapat memantapkan dan menguatkan teori tersebut.

Beberapa karakteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran kuantum, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Pembelajaran Kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum, meskipun sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai. Oleh karena itu, pandangan tentang pembelajaran, belajar, dan pembelajar diturunkan, ditransformasikan, dan dikembangkan dari berbagai teori kognitif, bukan teori fisika kuantum.
  • Pembelajaran Kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris. Manusia selaku pembelajar menjadi pusat perhatiannya. Potensi diri, kemampuan pikiran, daya motovasi dan sebagainya dari pembelajar diyakini dapat berkembang secara maksimal atau optimal.
  • Pembelajaran Kuantum lebih bersifat kontruktivis, bukan positivistis-empiris, behavioritis atau maturasionistis. Karena itu, nuansa kontruktivisme dalam pembelajaran kuantum relatif kuat. Bahkan dapat dikatakan bahwa pembelajaran kuantum merupakan cerminan filsafat konstruktivisme kognitif dan bukan konstruktivisme sosial.
  • Pembelajaran Kuantum berupaya untuk memadukan atau mengintegrasikan. Banyaknya landasan dan teori yang menjadi acuan dalam menyusun serta mengembangkan pembelajaran kuantum memberikan indikasi yang jelas bahwa teori ini sedang mengolaborasikan faktor potensi diri manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan mental) sebagai konteks pembelajaran.
  • Pembelajaran Kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna. Dapat dikatakan bahwa interaksi telah menjadi kata kunci dan konsep sentral dalam pembelajaran kuantum.
  • Pembelajaran Kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan yang tinggi.
  • Pembelajaran Kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keadaan yang dibuat-buat. Kealamiahan dan kewajaran dapat menimbulkan suasana nyaman, segar, sehat, rileks, santai dan menyenangkan.
  • Pembelajaran Kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
  • Pembelajaran Kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh, lingkungan yang menggairahkan atau mendukung dan rancangan belajar yang dinamis.
  • Pembelajaran Kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, keterampilan hidup, dan prestasi fisikal atau material.
  • Pembelajaran Kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian yang penting dalam pembelajaran. Tanpa keyakinan dan nilai tertentu, maka pembelajaran menjadi kurang bermakna.
  • Pembelajaran Kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman atau ketertiban. Dalam pembelajaran ini, keberagaman dan kebebasan dapat dikatan sebagai kata kunci selain interaksi.
  • Pembelajaran Kuantum mengintegrasikan totalitas dan pikiran dalam proses pembelajaran. Aktivitas total antara tubuh dan pikiran membuat pembelajaran bisa berlangsung nyaman dan hasilnya lebih optimal.

Prinsip-prinsip utama Pembelajaran Kuantum

Prinsip dapat berarti aturan aksi atau perbuatan yang diterima atau dikenal, atau sebuah hukum, aksioma, atau doktrin fundamental. Pembelajaran Kuantum juga dibangun diatas aturan aksi, hukum, aksioma, dan atau doktrim fundamental mengenai pembelajaran dan pembelajar. 

Ada tiga prinsip utama yang membangun teori Pembelajaran Kuantum, diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, prinsip utama Pembelajaran Kuantum berbunyi: bawalah dunia mereka (pembelajar) kedalam dunia kita (pengajar), dan antarkan dunia kita (pengajar) kedalam dunia mereka (pembelajar). 

Setiap interaksi dengan pembelajar, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode pembelajaran harus dibangun diatas prinsip tersebut.

Kedua, dalam Pembelajaran Kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni. 

Selain memiliki lagu atau partitur, permainan simfoni ini memiliki struktur dasar chord, dimana struktur dasar chord ini disebut sebagai prinsip-prinsip dasar pembelajaran kuantum. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ketahuilah bahwa segalanya berbicara
  2. Ketahuilah bahwa segalanya memiliki tujuan
  3. Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penanaman
  4. Akuilah setiap usaha yang dilakukan adalah pembelajaran
  5. Sadarlah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan.
Ketiga, dalam Pembelajaran Kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. 

Dengan kata lain, pembelajaran perlu diartikan sebagai keunggulan. Oleh karena itu, keunggulan ini dipandang sebagai jantung fondasi Pembelajaran Kuantum. Ada tujuh kunci keunggulan dalam pembelajaran ini, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Terapkan hidup dalam integritas
  2. Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan
  3. Berbicaralah dengan niat baik
  4. Tegaskanlah komitmen
  5. Jadilah pemilik
  6. Tetaplah lentur
  7. Pertahankanlah keseimbangan


Referensi:

Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015)
Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran,  Y(ogyakarta: Aswaja Pressindo, 2016)





























Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Memahami pengertian, Karakteristik dan prinsip-Prinsip Utama Dalam Pembelajaran Kuantum"