Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Penyebab Suasana Hati Yang Tidak Stabil, dan Beberapa Cara Untuk Mengatasinya

 Suasana hati yang tidak stabil

Banyak alasan yang menyebabkan suasana hati tidak stabil, hal ini sangat berhubungan dengan apa yang di pikiran dan juga yang dirasakan. 


pexels.com/@Pixabay

Pikiran dan perasaan biasa menjadi penyebab suasana hati seseorang menjadi kacau dan tidak stabil. Oleh sebab itu, mampu mengontrol diri sendiri sangat penting, terutama dalam mengontrol suasana hati diri sendiri.

Ketika menjalani sebuah kehidupan, kita menghadapi dan melewati banyak tantangan, liku-liku perjalanan hidup serta kerikil-kerikil tajam yang kadang melukai dan membuat suasana hati dan pikiran kita terganggu.

Selain itu, permasalahan keluarga, ekonomi, perselingkuhan, dan pertengkaran juga bisa menjadi penyebab utama suasana hati tidak stabil. Sangat penting sekali untuk memiliki kedewasaan, terutama kedewasaan dalam rohani, supaya bisa bersikap dan bertindak dengan benar.

Pada dasarnya, tidak ada manusia yang mau suasana hatinya kacau balau, akan tetapi, situasi dan keadaan dapat membawa seseorang kepada suasana hati yang tidak stabil dan kacau.

Apabila hal tersebut berlangsung berhari-hari, maka akan mengganggu kesehatan tubuh kita menjadi terganggu. Suasana hati yang tidak stabil dan kacau bisa menyebabkan berbagai penyakit, dan produksi imun dalam menjadi tubuh menurun.

Penyebab suasana hati yang tidak stabil

Bagi kalian yang pernah mengalami suasana hati yang tidak stabil, tenang saja, karena hal tersebut terjadi kepada semua orang, dan kalian tidak mengalaminya sendirian.


pexels.com/@Pixabay

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menyebabkan suasana hati seseorang menjadi tidak stabil, diantaranya adalah:

  • Pertengkaran. Pertengkaran bisanaya membuat suasana hati kita menjadi tidak stabil atau kacau, karena apa yang dipikirkan dan yang dirasakan tidak sesuai dengan keadaaan. Pertengkaran yang tidak terselesaikan pasti membuat suasana hati kita menjadi tidak baik-baik saja.

  • Tersinggung. Perasaaan yang mudah tersinggung oleh kata-kata orang lain bisa menyebabkan suasana hati menjadi tidak stabil. Perasaan marah dan emosi bisa membuat seseorang tidak bisa berpikir secara jernih. Akibatnya, benih-benih kebencian akan selalu muncul didalam hati.

  • Kecewa. Apakah kalian pernah merasakan kecewa? Jika pernah, maka kalian bisa memahami dan menceritakan kembali, bagaimana rasanya kecewa? Perasaan kecewa yang berlarut-larut tentu saja bisa membuat suasana hati menjadi tidak stabil dan kacau. Jadi, miliki hati yang kuat, dan tegar, sehingga tidak mudah untuk kecewa.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi suasana hati seseorang menjadi tidak stabil, namun yang terpenting adalah suasana hati yang tidak stabil dapat di kontrol dan dikendalikan dengan baik. Suasana hati yang kacau harus di kontrol dan dikendalikan, supaya tidak  membuat kita menyakiti dan melukai orang lain.

Cara mengatasi suasana hati yang tidak stabil

Suasana hati yang tidak stabil kebanyakan disebabkan oleh perasaan kecewa, marah, tersinggung, terluka dan kebencian terhadap orang lain. 

Suasana hati yang seperti ini tentu saja bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Bagi diri sendiri, maka akan berdampak terhadap kesehatan, kebahagian, keceriaan dan lain sebagainya. 

Sedangkan terhadap orang lain, suasana hati tidak stabil dapat menyebabkan seseorang melakukan kekacauan, marah tidak pada tempatnya, atau menyakiti dan melukai orang lain. 

Misalnya, karena merasa sakit hati, maka rela membunuh pasangannya. Hal semacam ini sudah banyak sekali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di media sosial. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menguasai dan mengontrol suasana hati diri sendiri.

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi suasana hati yang tidak stabil, diantara adalah sebagai berikut:

  • Berdoa. Doa adalah cara ampuh untuk menenangkan suasana hati yang tidak stabil, dengan berdoa kita dapat menceritakan persoalan kita kepada Tuhan serta meminta pertolongan dan kekuatan dari pada-Nya.

  • Mengampuni dan memaafkan. Suasana hati yang tidak stabil tentu saja disebabkan oleh kemarahan dan kekecewaan. Oleh sebab itu, memaafkan dan mengampuni orang-orang yang menyakiti dan mengecewakan kita adalah alasan yang tepat, supaya kita bisa bisa hidup dengan damai serta bahagia.

  • Jangan menyimpan persoalan seorang diri. Jangan pernah menyimpan masalah yang berat seorang diri, mulailah untuk berbagi dan menceritakannya dengan saudara atau keluarga terdekat, supaya suasana hati bisa menjadi lebih tenang. Dengan demikian, beban yang dirasakan bisa sedikit berkurang.

  • Pergi ke psikolog. Apabila kalian tidak mampu mengatasi suasana hati dan persoalan-persoalan yang sedang dihadapi sehingga menyebabkan depresi, maka sebaiknya pergi ke psikolog. Dengan demikian kalian bisa menemukan konsultan yang tepat untuk pemulihan psikis dan suasana hati yang tidak stabil.
















Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

1 komentar untuk "Penyebab Suasana Hati Yang Tidak Stabil, dan Beberapa Cara Untuk Mengatasinya"

Elisabethhavelovestory 7 Juni 2022 pukul 08.23 Hapus Komentar
Bagus sekali saranya.. saya akan coba supaya saya bisa stabil