Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Kerajaan Sriwijaya; Menelisik Kerajaan Maritim Yang Pernah Berjaya di Nusantara

Kerajaan Sriwijaya; Kerajaan Maritim Indonesia


Kerajaan Sriwijaya pada dasarnya ialah sesuatu kerajaan-pantai, suatu negeri perniagaan serta negeri yang berkuasa di laut. Kekuasaannya lebih diakibatkan oleh perdagangan internasional lewat Selat Malaka. 

Dengan demikian berhubungan dengan jalan perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat serta Eropa yang semenjak sangat sedikit 5 belas abad lamanya, memiliki makna berarti dalam sejarah.

Sriwijaya memanglah ialah pusat perdagangan berarti yang awal pada jalur ini Setelah itu ditukar oleh tempattempat ataupun kota- kota yang lain serta yang terakhir oleh kota Batavia ( saat ini Jakarta) serta Singapura. 

Bagi kabar Tiongkok, kita bisa merumuskan kalau Sriwijaya merupakan salah satu pusat perdagangan antara Asia Tenggara dengan Tiongkok yang terutama.

Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang sempat berkembang jadi sesuatu kerajaan maritim terbanyak di Asia Tenggara. 

Keberadaan Sriwijaya bisa dilacak dari kabar Tionghoa yang mengatakan kalau di Sumatra pada abad ke- 7 telah terdapat sebagian kerajaan antara lain Tolang- po- hwa (Tulangbawang di Sumatra Selatan), Molo- yeu (Melayu di Jambi), Ki- li- p’ i- che ataupun Che- lifo- che( Criwijaya). 

Kabar ini diperkuat oleh seseorang pendeta Budha dari Cina, bernama I- tsing dalam tahun 671 berangkat dari Kanton ke India. Dia singgah di Sriwijaya sepanjang 6 bulan, buat belajar tata bahasa Sansekerta. 

Setelah itu dia singgah di Malaka sepanjang 2 bulan, baru setelah itu melanjutkan ekspedisi ke India buat tinggal sepanjang 10 tahun. 

Pada tahun 685 dia kembali ke Sriwijaya serta tinggal sepanjang 4 tahun buat menterjemahkan bermacam kitab suci Budha dari bahasa Sansekerta.

Ini meyakinkan kalau betapa berartinya Sriwijaya selaku pusat buat menekuni Mahayana.

Dari I- Tsing ini bisa kita tahu kalau Sriwijaya disamping selaku pusat perdagangan serta pelayaran pula jadi pusat aktivitas ilmiah agama Budha. 

Seseorang guru populer yang bernama Sakyakirti, pendeta yang hendak ke India disarankan buat lebih dulu belajar ke Sriwijaya dekat satu 2 tahun.

Bagi Coedes, ia memandang bahwat terdapat hubungannya antara pertumbuhan kerajaan Sriwijaya dengan perluasan agama Islam dalam periode permulaan. 

Selaku akibat dari penaklukan oleh bangsa Arab di Timur- Tengah semacam negara Arab, Suriah, Mesir serta Mesopotamia, hingga jalur laut lewat Asia Selatan jadi jalur perdagangan biasa yang mengambil alih jalur darat. 

Kerajaan- kerajaan ini jadi pendorong kemajuan lalu- lintas laut di Asia Tenggara yang maha- besar. Keadaan kemajuan kemudian lintas laut ini membuat kerajaan Sriwijaya mendapatkan keuntungan lumayan besar.

Bersumber pada prasasti kota kapur Sriwijaya merupakan suatu nama kerajaan di Sumatera Selatan dengan pusat di Palembang, dekat sungai Musi. 

Prasasti yang ditemui pada biasanya berasal dari abad ke- 7 ataupun ke- 8, ialah masa dini tumbuhnya Sriwijaya selaku sesuatu kekuatan. Dari prasasti itu mencuat kesan kalau masa itu merupakan masa penaklukan di mana tentara Sriwijaya bergerak di segala negara dalam sesuatu usaha pasifikasi.

Tentang ibukota Sriwijaya dikatakan kalau posisinya di tepi air, penduduknya terpencar di luar kota, ataupun tinggal di atas rakit- rakit yang beratapkan alang- alang. Bila si raja keluar, dia naik perahu dengan dilindungi payung sutera serta diiringi dengan orang- orang yang bawa tombak emas.

Tentaranya sangat baik serta tangkas dalam peperangan, baik di darat ataupun di air, keberaniannya tidak terdapat bandingnya. 

Letaknya yang sangat strategis

Ada pula I- Tsing berkomentar kalau Sriwijaya terletak di wilayah khatulistiwa. Di Wilayah ini ditemui bangunan stupa (di Muara Takus) yang sangat bisa jadi berasal dari abad ke- 7. Tempat yang bagi pemikiran I- Tsing merupakan Palembang dan dianggap sangat berarti dalam sejarah dan menjadi pusat ziarah penganut agama Budha.

Di Telaga Batu banyak didapatkan batu-batu yang bertulisan Siddhayatra ataupun ekspedisi suci yang sukses, serta dari bukit Seguntang di sebelah barat Palembang didapatkan suatu patung Budha dari batu yang besar sekali serta yang berasal dari dekat abad ke- 6. 

Letak geografis Sriwijaya yang sukses memahami wilayah strategis ialah sesuatu modal yang baik buat ikut dan dalam perdagangan internasional yang mulai tumbuh antara India dengan daratan Asia Tenggara. 

Kabar Tiongkok mengatakan kalau adat di Kan-t-o-li sama dengan adat di Kamboja serta Campa. 

Besar kemungkinan dunia perdagangan di Sumatera semenjak semula sudah ikut serta langsung dengan perdagangan di India. Letak Selat Malaka mengundang perdagangan di daratan Asia Tenggara untuk meluas ke Selatan. 

Demikianlah sejarah negara Tiongkok terbuka dalam perdagangan di  Asia Tenggara, sesuatu perihal yang baru terjalin sehabis perdagangan dengan India tumbuh. Penduduk Sumatera spesialnya di tepi laut Timur, sehingga bukan awam lagi dalam perdagangan Internasional.

Demikianlah sekilas selayang pandang tentang Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan Maritim.


Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Kerajaan Sriwijaya; Menelisik Kerajaan Maritim Yang Pernah Berjaya di Nusantara"