Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Sejarah Kerajaan Majapahit; Menelisik Kejayaan Kerajaan di Tanah Jawa Dwipa

Kejayaan kerajaan Majapahit di Tanah Jawa

Bagi Krom, kerajaan Majapahit ini berdasar pada kekuasaan dan kekuatan di laut. Laut- laut serta tepi pantai yang terutama di Indonesia dikuasainya. 

sumber:www.tirto.id


Bila ada kerajaan kecil jadi wilayah taklukan Majapahit, maka biasanya pemerintah Majapahit tidak akan mencampuri kondisi dalam negara tersebut. Negara yang takluk ini hanya diminta untuk mengakui kekuasaan Majapahit dan mengirimkan utusan pada waktu tertentu.

Model kekuasaan pemerintahan ini menjadi  alat dan visi bagi Majapahit untuk menyatukan nusantara dengan pengakuan wilayah kekuasaan Majapahit. 

Artinya Majapahit tidak menjajah atau mencampuri kerajaan yang ditaklukannya, melainkan hanya pengakuaan kekuasaan secara politik kepada Majapahit.

Bagian dari kerajaan besar ini yang jauh posisinya lumayan dijadikan wilayah pengaruh saja. Seluruh pengaruh asing dalam kerajaan ditolak. Wilayah taklukannya diharuskan mengantarkan upeti sebagai bagian dari pengakuaan kekuasaan oleh Majapahit. 

Jadi, tidak hanya selaku negeri agraris, pada waktu yang sama Majapahit pula ialah sesuatu kerajaan perdagangan. Negeri ini mempunyai angkatan laut yang besar serta kokoh. Pada tahun 1377 mengirim sesuatu ekspedisi buat menghukum raja Palembang di Sumatra.

Majapahit pula memiliki ikatan dengan Campa, Kampuchea, Siam Birma bagian Selatan serta Vietnam dan mengirim dutanya ke Tiongkok. 

Kenang- kenangan tentang kejayaan Majapahit itu masih senantiasa hidup di Indonesia, serta perihal tentang pengaruh politik dan kekuatan yang memberikan dampak terhadap politik Republik Indonesia berusia sampai saaat ini. 

Menurut berita China dalam buknya Tao- I chih- lueh yang ditulis dekat tahun 1349 M mengatakan bahwa Majapahit yang diketahui dengan nama She- po ( awa) sangat padat penduduknya, tanahnya produktif serta banyak menciptakan padi, lada, garam, kain serta burung kakak tua yang seluruhnya ialah benda eksport utama. 

Dari luar She- po mendatangkan mutiara, emas, perak, sutra, benda keramik serta benda dari besi. Banyak wilayah yang mengakui kedaulatan She- po (jawa), antara lain sebagian wilayah di Malaysia, Sumatra, Kalimantan Timur, serta sebagian wilayah di Indonesia bagian Timur. 

Untuk mendapatkan  sumber atau catatan tentang Majapahit, maka sumber yang paling relevan adalah relevan berasal dari  Kitab Nagarakertagama. 

Dari kitab ini menampilkan kalau banyaknya orang dagang dari Jambu Dwipa, Kamboja, Tiongkok, Yawana, Champa, Karnataka( Mysore), Goda, serta Siam yang tiba ke Majapahit. Dari penjelasan tersebut dipaparkan jika orang-orang dagang Majapahit juga berlayar ke pelabuhan di luar negara tersebut.

Uraian tentang daerah kekuasaan Majapahit juga dijelaskan dari pulau demi pulau di Nusantara yang tunduk pada kerajaan Majapahit. 

Dari pemberitaan tersebut, sekurang-kurangnya kita bisa menerangkan kalau pelayaran menjadi fasilitas perhubungan antar pulau dan antar kerajaan di Nusantara.

Ini meyakinkan kalau Majapahit juga merupakah kerajaan Maritim yang lumayan kokoh serta disegani di Nusantara. Karena banyak wilayah yang mengakui kekuasaan Majapahit.

Prapanca membagikan nama- nama wilayah yang senantiasa memiliki ikatan persahabatan dengan Majapahit. Wilayah itu antara lain Siam, Burma, Champa serta“ Javana“ yaitu Vietnam. 

Disamping itu, ada juga negeri-negeri yang lebih jauh lagi semacam Tiongkok, Karnatik serta Benggala, yang mengadakan ikatan dagang dengan Majapahit.

Orang- orang Tiongkok pada tahun 1382 mencatat utusan-utusan Jawa ketika naik tahtanya Dinasti Ming. Ma-huan, seseorang sekretaris serta juru bahasa dari Cheng-ho sempat mendatangi Majapahit pada tahun 1413. 

Dalam laporannya ia menulis kalau pelabuhan dagang Majapahit di tepi laut Utara Jawa, banyak didiami oleh orang dagang Tionghoa serta orang dagang setempat yang kaya. Banyak beberapa barang dagangan diperjual belikan di sana.

Berdirinya Majapahit

Namun yang sangat laku serta digemari yakni benda pecah belah dari porselin Tiongkok. Pendiri dari kerajaan Majapahit merupakan Raden Wijaya pada abad ke- 13.

sumber: www.nusantarainstitute.com

Kariernya diawali dengan menghambakan dirinya pada Jayakatwang. Setelah itu ia dianugerahi tanah di desa Tarik, yang dengan Sjafei, "Catatan mengenai" bantuan orang-orang Madura dibuka serta jadi desa yang produktif dengan nama Majapahit.

Berakhirnya kerajaan Singasari bukan berarti hilangnya Dinasti Singasari dalam percaturan sejarah kerajaan di Indonesia. Terbukti Wijaya selaku generasi dari Singasari sanggup melumpuhkan pasukan Khubilai Khan serta melumpuhkan lawan politiknya dengan  meruntuhkan Kerajaan Kediri( Daha).

Dengan demikian hingga ia jadi pendiri serta raja Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana pada abad ke- 13. 

Dalam waktu relatif pendek pasukannya dikirim buat menaklukkan segala Nusantara serta bawa hasil yang gemilang. Hal ini terbukti ketika banyak raja di nusantara yang tunduk serta berikan upeti. Misalnya Raja Melayu mempersembahkan 2 orang puteri. 

Pada masa Kertarajasa ini timbul banyak pemberontakan di golongan intern sebab ketidakpuasan para pengikut raja yang sudah berjasa. 

Para pemberontak ini pada mulanya merupakan pengikut setia yang membawakan Majapahit tumbuh pesat. Mulai dari pembrontakan Sora, Ronggo Lawe, serta Kebo Anabrang.

Walaupun demikian, Kertaraja merupakan peletak bawah kerajaan Majapahit, serta menempatkan diri selaku Kerajaan Maritim di Jawa.

Pengganti Kertanegara merupakan puteranya yang bernama Jayanegara. Ia juga mengalami pemberontakan intern, tetapi berkat kekuatan dari Gajah Mada, maka bermacam pemberontakan itu bisa diatasi.

 Pada masa itu ikatan dengan Tiongkok sudah pulih, diisyarati datangnya utusan dari Jawa ke Tiongkok tiap tahun. 

Kondisi Majapahit oleh Odorico tahun 1321 ditafsirkan kalau istananya penuh dengan perhiasan emas, perak, serta permata. Jayanegara tidak memerintah lama sebab pada tahun 1328 ia sudah wafat dunia.

Masa pemerintahan Hayam Wuruk pada dasarnya ialah era keemasan Majapahit. Pada masa kekuasaannyalah Kitab Negara kertagama ditulis, sehingga sebagian peristiwa tidak ditulis secara jelas.

Tampaknya terjadi perang saudara pada tahun 1405-1406; pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 45 Soekmono, serta pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seseorang bangsawan pada tahun 1468. 

Hendak namun garis generasi raja Majapahit( ataupun cabang dari garis generasi itu) seluruhnya senantiasa memegang tampuk pemerintahan.

Education_Blog
Education_Blog Teacher yang menyukai hal-hal unik dan tantangan, terutama tantangan hidup "hehehe."

Posting Komentar untuk "Sejarah Kerajaan Majapahit; Menelisik Kejayaan Kerajaan di Tanah Jawa Dwipa"